Kamis, 11 Juli 2013

KISAH PENGHUNI GUA KAHFI (2): Bertemu Tamlika dan Martunus

KISAH PENGHUNI GUA KAHFI (2): Bertemu Tamlika dan Martunus
Postingan Ini merupakan kalanjutan kisah penghuni gua kahfi (1) : pertolongan Allah. Setelah ibunya meninggal, Maksalmina memutuskan untuk pergi ke kota. Dalam perjalan menuju kota, dia bertemu dengan seekor anjing kecil yang sedang kelaparan. Maksalmina kemudian memberikan makanan kepada anjing tersebut. Mungkin karena ingin berterima kasih, atau memang tidak mempunyai pilihan, anjing tersebut kemudian mengikuti kemana Maksalmina pergi. Anjing tersebut kemudian diberi nama Kitmir.

Perjalanan yang mereka tempuh hampir kebanyakan melalui tempat-tempat yang tandus. Selain itu, tanah yang diinjaknya berselang-seling pasir dan rerumputan. Kadang-kadang mereka harus menempuh perjalanan melalui padang pasir yang berbukit-bukit. Akan tetapi, mereka tidak mau menyerah dan berhenti, sebelum menemukan perkampungan.
Setelah seminggu lebih berjalan, tibalah Maksalmina di suatu perkampungan di pinggiran kota. Maksalmina dan Kitmir kemudian menuju suatu rumah. Setelah mengucap salam, dibukalah pintu rumah tersebut oleh seorang ibu tua. Maksalmina kemudian mengutarakan maksudnya untuk menumpang menginap semalam di rumah tersebut, untuk selanjutnya meneruskan perjalanan ke kota.
Setelah masuk ke dalam rumah, ibu tersebut  bercerita bahwa ia tinggal bersama anaknya bernama Muzat dan Nawad. Anaknya yang seorang adalah pembuat patung dari tanah liat dan yang seorang pembuat patung dari berbagai buah-buahan. Saat itu, kedua anaknya sedang mengikuti upacara persembahan pada bulan purnama dengan menyembang patung dari tanah liat dan buah-buahan.
Maksalmina merasa bingung dan menanyakan untuk apa kita menyembah patung ? bukankah patung itu buatan manusia sendiri ?. Lalu ibu tersebut bertanya bagaimana cara Maksalmina menyembah roh leluhur ?. Maksalmina menjawab bahwa yang disembah adalah Tuhan pencipta alam semesta beserta isinya termasuk manusia. Roh nenek moyang adalah urusan Tuhan yang disembah. Ibu tersebut mendesah dan mengeluh. Ia merasa keyakinannya dilecehkan, akan tetapi dia mendiamkan saja.
Pagi harinya, Maksalmina diajak Muzat dan Nawad berjalan-jalan ke tempat yang banyak pohon kurma. Maksalmina sangat tertarik dan menanyakan apakah kurma tersebut dijual ke kota ? Nawad kemudian menjawab bahwa buah-buahan itu hanya cukup untuk keperluan di sekitar tempat itu, dan boleh dimakan setelah dipersembahkan kepada penguasa Alam. Penguasa alam itu maksudnya adalah roh nenek moyang, yang telah meninggal dan dapat menguasai manusia.
Mendengar penjelasan tersebut, Maksalmina termenung sehingga membuat Muzat dan Nawad bingung. Maksalmina kemudian dengan berat berterus terang bahwa hal itu bertentangan dengan keyakinannya. Keyakinannya adalah bahwa alam semesta beserta isinya termasuk hidup dan mati diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan itu suatu zat yang berbeda dengan apa yang ada di dunia. Tuhan yang disembah adalah adalah juga yang disembah oleh Nabi Nuh, Nabi Luth, dan nabi-nabi berikutnya.
Muzat dan Nawad merasa tersinggung dan kemudian memanggil penduduk untuk berkumpul. Muzat dan Nawad, meminta Maksalmina mengulang pendapatnya mengenai Tuhan di hadapan penduduk. Tanpa memikirkan risikonya, dan hanya berserah diri kepada Alloh, Maksalmina menceritakan sesembahannya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Marahlah para penduduk, sehingga Maksalmina dilempari batu dan diusir pergi.
Pergilah Maksalmina dari desa itu, sampai pada suatu tempat dia melihat puing-puing bekas bangunan yang ditinggalkan penghuninya. Ketika akan masuk, tiba-tiba muncullah dari puing-puing tersebut dua orang laki-laki. Pada mulanya Maksalmina merasa takut, karena pakaian orang itu compang-camping dan berwajah keras. Akan tetapi, perkiraan Maksalmina keliru. Kedua orang itu menyapa dengan ramah dan mempersilahkan masuk bahkan memberikan makanan kepada Maksalmina.
Kedua orang tersebut bernama Tamlika dan Martunus. Mereka adalah anak kepala suku dari sebuah daerah yang jauh dari tempat itu. Pada waktu ayahnya masih hidup, penduduk menyembah Tuhan seperti Nabi Nuh dan Nabi Luth, tetapi setelah ayahnya meninggal, mereka kembali kepada kepercayaan mereka dan menyembah roh nenek moyang. Karena berbeda keyakinan, penduduk akhirnya mengusir Tamlika dan Martunus dari kampung dan akhirnya sampai di tempat tersebut. Maksalmina merasa senang karena bertemu dengan saudara seiman.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Kamis, Juli 11, 2013

84 komentar:

  1. hadir ya gan..
    wah saya pernah denger tuh gan cerita gua kahfi :) makasih buat infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan udah pernah cerita gua selarong tempo hari.

      Hapus
    2. hadir juga ^_^
      saya juga pernah denger ^_^

      Hapus
    3. Ashabul kahfi memang kisah menginspirasi, sehingga kemudian diturunkan Surat Alkahfi untuk menceritakan kembali, agar umat sesudahnya dapat memetik hikmah di balik cerita tersebut

      Hapus
    4. rupanya saya sendiri yang ketinggalan, saya belum pernah denger lho...

      Hapus
    5. lho ini kan kisah ditulis dalam ayat Al Qur'an kok baru pernah dengar sih,
      waduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh...........

      Hapus
    6. @Kang Ratno : Yang telat gak dapet kolak .. he he he

      @Mas Agus BG : mudah2an nanti bisa lebih tahu, pada episode selanjutnya akan saya kasih ayatnya dalam surat Al Kahfi, tapi jadi lebih panjang, biar nanti yang baca tambah jelas.

      @Cak Agus ST : nek ustadz satu ini mesti tahu

      Hapus
    7. kalo baca buku cerita jaman2 nabi gitu, sy agak bingung dg penyebutan nama2 tokohnya, karena beda negara kali ya. mesti nunggu episodee berikutnya neh

      Hapus
    8. asing di telinga ya .., Insya Allah ceritanya nanti saya selesaikan

      Hapus
  2. pinter temen rika guli ndongeng. ora mboseni. kaya enyong ya, ora mboseni. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayane bakal ngalahin pak Raden yang tuakang dongeng hehe..

      Hapus
    2. wah bisa aja mas Muroi bikin kepala saya jadi besar ... he he
      Sebenarnya bisa lebih komunikatif kalau dikasih dialog, tapi saya coba malah terlalu panjang, jadi saya potong

      Hapus
    3. enyong tulih ora mboseni mbok?
      nek kang cilembu kepriwe?

      Hapus
    4. hahhaaaa....awak'e dewek pada dialem yak

      Hapus
    5. memang mas isnaeni ini jadi guru baru saya setelah guru dan senior saya di KPK

      Hapus
    6. @Kang Zach : Rika nek boseni jane ora, tapi nyebeli ... blog-e ndadak digembok, dari ora bisa ngacak2 .. wkwkwk

      @Mbak Iis : manusiawi kuwi ..

      @Cak Agus ST : saya juga belajar dari sampean ..., saling belajar lah ya ..

      Hapus
    7. lik zach pancen nyebelin kok
      ngandel...

      Hapus
  3. mantab, perjuangan untuk mencari perkampungan ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya mungkin memperjuangkan keyakinan dan juga jihad untuk menegakkan agama Allah, tidak gentar walau bagaimanapun berat rintangannya

      Hapus
    2. kalo begini, ditentang warga sekampung, ditentang karena perbedaan kebiasaan, banyak orang yg gak berani, dan sangat sedikit yg berani tampil dg prinsipnya

      Hapus
  4. Wah namanya susah ya mas, Maksalmina hehe...
    Trims mas,apa yang terjadi dengan Tamlika dan Martunus berikutnya? ditunggu episode berikutnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah, akan saya selesaikan ceritanya sampai bangunnya tujuh orang pemuda dan seekor anjing dari tidurnya selamaa 309 tahun

      Hapus
    2. iya namanya belum familiar dengan nama islami ya

      Hapus
    3. Kisah ini khan terjadi sebelum jamannya Rasulullah

      Hapus
  5. baru baca judule'...saya masih takut dilarang komentar disini

    BalasHapus
  6. sebenarnya tidak ada penyembahan patung
    patung atau yang lainnya cuma simbol saja
    arahnya tetap ke atas namun disimbolkan dengan benda tertentu
    seperti salib atau patung yesus di gereja, patung buddha atau kalo muslim kabah. orang solat ngadep kabah, tawaf muterin kabah tidak lagi nyembah kabahnya kan..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nek nang cerita Ashabul Kahfi cen nyembah patung karena dipercaya sebagai persemayaman roh nenek moyang, dan tidak percaya dengan Allah yang menciptakan alam semesta beserta isinya

      Hapus
    2. yo gak is di gebyah uyah mas rawins, keyakinan saya Allah tetep Tuhan alam semesta tiada tuhan selain Allah.
      kalau ka'bah jangan terjebak materialisme simbolis

      Hapus
    3. intinya sama lah...
      bagi manusia, tuhan adalah perwujudan yang maha segala. mau itu namanya allah, yesus, yehuwa, hyang widi wase atau leluhur.

      saat umat kristiani berdoa didepan salib atau masyarakat animis kita melakukan persembahan didepan batu besar, pada dasarnya sama dengan kaum muslim shalat menghadap kabah.

      karena kita melihatnya dari luar jendela, makanya kita akan bilang mereka nyembah patung atau kayu. kita juga harus sadar bila pemilik keyakinan lain akan berpikiran sama saat melihat kita sujud menghadap kabah. batu kok disembah...

      kayaknya sih begitu...

      Hapus
    4. Jan-jane permasalahane ana nang terminologi Tuhan, masing2 nduwe penafsiran sing beda-beda tergantung aqidahe, dan kuwe ra bisa dipaksa. Islam cen mewajibkan umate dakwah walau satu ayat, tetapi tidak boleh dipaksa dan sangat toleran sesuai konsep Lakum dinukum waliyadin

      Hapus
    5. nah maksud saya juga persis dengan yang telah disampaikan kang rawins(dia sohibku yang paling pinter loh)...jadi ya karena udah ditulisnya...anggap saja saya juga nulis idem gituh....okeh kan?!..hehehe

      Hapus
    6. ah si mamang mah...
      ga masalah kok, om. memang harus begitu kok. kebaikan harus dibagi ke setiap orang. dan yang penting kita tak menutup diri bahwa kita berdiri di hadapan kotak kotak yang bernama agama

      aku suka kok yang begini. aku juga suka melihat lihat kotak yang lain. yang penting apapun cara kita menambah wawasan tak perlu sampai menggiyahkan keyakinan...

      halah
      malah kuliah subuh
      balilah turu...

      Hapus
    7. Nek kiye setuju kang, asal ora menggoyahkan aqidah dan konteksnya menambah wawasan, menurutku ora masalah belajar pengetahuan agama lain

      Hapus
  7. ini sumbernya dari mana hayooo...sebutin dong om

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kisah ini saya baca di buku Penghuni Gua Kahfi (Ashabul Kahfi) karangan Luki Mufti Fikri, dan kemudian saya ringkas dan urutkan lagi. Di buku itu, kisahnya loncat2 (ada yang flashback).

      Hapus
    2. saya sih yakin, cerita ini sudah melekat di otak Mas Is sejak lama. jadi mengalir saja ceritanya. ibaratnya saya disuruh cerita soal wonder woman, saya nggaak lagi pake pengarang aslinya, pokoknya ceritanya udah ada di otak saya. merdeka!

      Hapus
    3. kang zach ini...jangan sembarangan ngomong wonder women...kan ngga semua blogger ngerti maksude'...mirip dengansaya kalau ternyata saya bisa ngilang...kan juga ngga sembarangan...dilakukan hanya pada momen tertentu...hehehe

      #cling ..menghilang

      Hapus
    4. aku juga mau komen kaya diatas
      tapi karena sudah ditulis si amang lembu, yasudahlah idem saja..

      Hapus
  8. Iya mas ceritane dawa pisan koh, seri 2 ki.... wah tamlika dan martunus itu nyembah nenek moyang mereka ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nek Tamlika dan Martunus nyembah Tuhan Pencipta alam kang, tapi kebanyakan kaum wektu kuwe nyembah roh nenek moyang. Kerajaan Upsus isih turunane kaum Nabi Nuh dan Nabi Luth, tapi suwe lan suwene dadi kafir maning

      Hapus
  9. saya sudah membaca ini sebelumnya, tapi lupa dimana :(
    kisah nya memang menginspirasi, ada beberapa pelajaran yang dapat di ambil sebagai hikmahnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kisah ini sangat familiar dan ditulis dalam Al Qur'an Surat Al Kahfi, jadi pasti banyak yang sudah tahu

      Hapus
  10. Hendaknya tetap kritis membaca kisah diatas. Persepsi mungkin saja berbeda ketika membaca kisah diatas. Semoga dapat diambil hikmahnya dibalik kisah ini. Salam cemerlang.

    BalasHapus
  11. Balasan
    1. ngenteni jajane metu, mosok di critoni thok ae idune moncrot kabeh jajane ra onok, huuuuuuu

      Hapus
  12. gak nyangka kisah tentang gua kahfi sedetail itu,
    saya cuma ingat cerita garis besarnya dulu dari guru ngaji waktu sd.

    o iya mas, blognya udah saya follow, ditunggu follback ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah garis kecilnya harus diingat mas...:)

      Hapus
    2. Kebanyakan guru ngaji memang hanya menceritakan garis besarnya karena itu yang penting, kalau semua diceritakan semua mungkin materi yang lain gak kebagian ... he he.

      Hapus
  13. Terima kasih Mas is telah berbagi lagi tentang Gua kahfi ini. Saya membacanya sih dulu, ingat2 nggak ingat gitu, maklum kalau pas mau masuk tanggal 15-an gini ingatan saya agak berkurang hehehehe.... Makanya kalau pas ada iklan anak2 di TV itu " Soalnya Gaji hanya cukup sampai tanggal 15 " terenyuh hati saya Mas.. (kok OOT..??)

    BalasHapus
    Balasan
    1. halah mas boku malah curhat, gaji pokoke habis tanggal 15 gaji sampingane gak habis sampek setahun mas, hehehe

      Hapus
    2. Betul itu mas Agus, mas Boku cen pinter merendahkan diri

      Hapus
  14. sampean kok pinter mas? uwes pipis to urung ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh sirahku kok mundak gedi .., malah mumet je .. he he

      Hapus
  15. Balasan
    1. Endingnya belum ditulis, maklum sinambi kerja, sinambi dolan .. he he

      Hapus
  16. eh, kok diusir ya...?
    kayaknya dari cerita yang saya dengar dulu nggak selengkap itu, cuma garis besar saja, jadi ndak tau ada acara diusir segala.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penghuni gua Kahfi itu ada 7 orang dan seekor anjing. Bersembunyi karena dikejar2 pasukan kafir. Dalam cerita yang ditulis baru ada 3 orang, jadi masih belum genap. Edisi berikutnya akan muncul 4 orang lagi, mudah2an gak bosan

      Hapus
  17. sangat menarik sekali mas, saya tunggu episode selanjutnya :)

    BalasHapus
  18. bar traweh kesel kiye, arep gitaran kayane ora pantes, ya wis, niliki rika sing lagi ngendhang mblaketaket.

    BalasHapus
  19. selamat malam kang.. mampir dulu ya :D

    BalasHapus
  20. apapun resikonya, pahit diucapan, berat dilakukan, bila benar harus menjadi sikap dan harus dikatakan. ini yg sulit di jaman ini. kira2 demikian makna ceritanya

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Terima Kasih Atas Kunjungannya
Harap berkomentar yang santun
dan tidak ada unsur SARA dan pornografi
Maaf, komentar dengan link aktif akan dihapus