Minggu, 11 September 2016

TIPS MENGHILANGKAN BAU DAGING KAMBING KETIKA DIMASAK

KambingPada saat hari raya Idul Adha, banyak hewan yang dikorbankan. Di Indonesia, biasanya selain sapi, kambing merupakan hewan yang biasa dikorbankan. Banyak masyarakat yang kurang suka dengan daging kambing, karena baunya yang khas. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagai informasi mengenai beberapa tips untuk menghilangkan bau daging kambing pada saat di masak, yang saya dapatkan dari beberapa sumber.

Mencuci daging kambing dengan menambahkan kunyit bubuk
Petama-tama kita harus memotong daging kambing dan menghilangkan lemaknya. Setelah daging bersih dari lemak, cuci daging kambing dengan menambahkan bubuk kunyit, dan kemudian bilas dengan air yang mengalir. Hal ini akan mengurangi bau khas dari daging kambing.

Mendinginkan daging kambing selama sehari semalam
Mendinginkan daging kambing akan mengurangi beberapa bau khas dari kambing. Akan lebih baik lagi apabila ketika menyimpan direndam dalam yogurt, dan kemudian dicuci pada keesokan harinya.

Sebelum daging kambing dimasak sesuai keinginan, alangkah baiknya apabila daging direbus dahulu untuk mengurangi bau khasnya, dengan menambahkan bahan tertentu, diantaranya:

Merebus daging kambing dengan kacang hijau sebelum dimasak
Rebus 1 kilogram daging kambing dengan kacang hijau sebanyak 5 gram. Rebus selama 10 menit, kemudian ditiriskan. Setelah itu, kita dapar memasak daging kambing tersebut sesuai dengan keinginan.

Merebus daging kambing dengan tebu sebelum dimasak
Rebus 1 kilogram daging kambing dengan menambahkan 200 gram tebu yang sudah dipotong-potong. Didihkan sekitar setengah jam, dan kemudian ditiriskan. Setelah itu, kita dapat memasak daging kambing tersebut sesuai dengan keinginan.


Sumber bacaan:
http://mymothercooking.blogspot.co.id/2011/10/how-to-eliminate-odors-in-meat-goats.html

http://orkut.google.com/c14778879-ta10d2378655efeb5.html

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Minggu, September 11, 2016

Kamis, 08 September 2016

MENDETEKSI DINI TANDA DAN GEJALA STROKE

Pada artikel sebelumnya, telah dibahas tentang mengenal stroke dan penyebabnya, yang dapat ditemukan di sini. Pada saat ini, saya ingin berbagi informasi mengenai mendeteksi dini tanda-tanda stroke, sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah pencegahan sroke. Pencegahan stroke dilakukan dengan mengikuti petunjuk sebagai berikut:
1.    Identifikasi. Tinjau faktor risiko dan Identifikasi risiko pribadi Anda.
2.  Kurangi faktor risiko. Mengurangi faktor risiko stroke dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup dan jika diperlukan dapat juga melalui obat-obatan.
3.    Waspadai tanda dan gejala stroke. Mengenali tanda-tanda dan gejala stroke, akan membantu menyelamatkan nyawa karena serangkan stroke.
Tanda dan gejala stroke sebenarnya dapat dideteksi secara dini dengan beberapa metode, namun kebanyakan orang mengabaikan tanda-tanda tersebut. Ketidaktahuan akan tanda-tanda stroke, menyebabkan kebanyakan menganggap bahwa tanda-tanda tersebut merupakan gejala karena kelelahan atau penyakit ringan lainnya.
National Stroke Association, sebuah lembaga yang concern dengan pencegahan dan penanganan stroke di Amerika memberikan sebuah pedoman untuk mengenal tanda-tanda stroke secara dini. Mereka juga membuat sebuah poster untuk mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tanda dan gejala stroke. Mereka menyebut metode untuk mendeteksi dini stroke dengan istilah FAST (Face – Arms – Speech – Time).
Metode FAST untuk mendeteksi tanda dan gejala stroke
Metode FAST untuk mengenal
tanda dan gejala stroke
F (Face) merupakan tanda stroke yang bisa diamati di bagian wajah. Kita dapat mendeteksinya dengan cara tersenyum dan kemudian melihat apakah satu bagian wajah turun/terkulai ? A (Arms) merupakan tanda stroke yang dapat diamati melalui lengan. Angkatlah kedua lengan sampai lurus ke depan, dan kemudian deteksi, apakah satu lengan seperti kehilangan tenaga dan kemudian jatuh ke bawah ? S (Speech) merupakan tanda stroke yang dapat diidentifikasi dari suara, apakah suara terdengar cadel atau aneh tidak seperti biasanya? Apabila kesemua hal ini terjadi, maka itu merupakan suatu tanda stroke yang harus diwaspadai. Adapun T (Time) merupakan himbauan agar menghubungi petugas kesehatan apabila kita atau orang lain mengalami ketiga tanda yang disebutkan di atas.

Selain tanda dan gejala di atas, masih terdapat tanda-tanda lain, diantaranya adalah kelemahan pada satu sisi tubuh, mati rasa wajah, sakit kepala yang tidak biasa dan berat, kehilangan penglihatan, mati rasa dan kesemutan, jalan yang mulai goyah. Tidak ada salahnya kita berupaya mencegah stroke dengan mengenai tanda dan gejalanya secara dini. Pencegahan merupakan langkah yang lebih baik daripada harus mengobati. Tidak ada salahnya kita berupaya mencegah stroke dengan mengenal tanda dan gejalanya secara dini. Pencegahan merupakan langkah yang lebih baik daripada harus mengobati.

Sumber Referensi:
http://www.stroke.org/understand-stroke/preventing-stroke.
http://www.health.harvard.edu/womens-health/8-things-you-can-do-to-prevent-a-stroke.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Kamis, September 08, 2016

Kamis, 01 September 2016

MENGENAL STROKE DAN PENYEBABNYA

Seringkali di masyarakat kita dengar seseorang meninggal karena stroke. Stroke memang merupakan salah satu masalah medis utama di pada masyarakat karena tingkat mortalitasnya yang masih cukup tinggi. Setiap tahun hampir 800.000 orang mengalami stroke baru atau stroke ulangan. Di dunia, setiap 40 detik terjadi kasus stroke, dan setiap 4 menit seseorang meninggal karena stroke. Di Indonesia, sekitar 28,5% penderita stroke meninggal dunia setiap tahunnya.
Stroke merupakan kerusakan jaringan otak yang disebabkan berkurangnya atau terhentinya suplai darah secara tiba-tiba. Akibat hal ini, maka jaringan otak akan mati dan tidak dapat berfungsi lagi. Menurut penyebabnya maka ada 2 (dua) jenis stroke, pertama, karena aliran darah ke otak mengalami penyumbatan, disebut stroke iskemik.


Pembuluh darah tersumbat di bagian otak sehingga menyebabkan stroke iskemik
Tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan Stoke Iskemik
Kedua, karena pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga darah mengalir ke rongga sekitar jaringan otak, menyebabkan otak tidak mendapatkan oksigen dan bahan makanan dari darah dan jaringan otakpun mati, dan disebut stroke hemoragik.
Pecah pembuluh darah di daerah otak menyebabkan stroke hemoragik
Pecahnya pembuluh darah di daerah otak yang menyebabkan Stroke Hemoragik
Lalu, apa penyebab stroke ? Stroke disebabkan karena tersumbatnya aliran darah ke otak, tentu saja penyebabnya adalah lemak-lemak yang tertimbun di pembuluh darah sehingga menyebabkan pembuluh darah menjadi tersumbat. Endapan-endapan lemak juga dapat terlepas menjadi gumpalan-gumpalan kecil dan dapat berpotensi untuk menyumbat pembuluh darah di bagian otak. Hipertensi juga dapat menyebabkan stroke, karena tekanan darah yang tinggi menyebabkan dinding-dinding pembuluh darah menjadi lemah dan mudah pecah. Namun, stroke juga dapat merupakan faktor keturunan akibat mutasi gen pada kromosom 19 yang dikenal dengan penyakit CADASIL (Cerebral Autosomal Dominant Arteriopathy with Subortical Infarcts and Leukoencephalopathy) yaitu suatu kelainan pada dinding pembuluh darah kecil, terutama di otak yang biasanya terjadi pada usia dewasa.
Selain faktor penyebab tersebut, maka terdapat faktor risiko yang memperkuat risiko terjadi stroke. Faktor risiko tersebut, adalah sebagai berikut:
Faktor Risiko Mayor
Faktor risiko mayor merupakan penyakit atau gangguan lalin yang sudah bersarang di tubuh penderita stroke, diantaranya:
·         Hipertensi
·         Penyakit jantung
·   Gejala-gejala pengerasan pembuluh darah, gangguan pembuluh darah koroner, gangguan pembuluh darah karotis.
·         Diabetes melitus.
·         Pernah terserang stroke sebelumnya.
·         Hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah).
·         Panyakit pada katup atau otot jantung.
·         Ketidaknormalan irama jantung.

Faktor Risiko Minor
Faktor risiko minor adalah faktor yang biasanya tejadi karena faktor gaya hidup dan pola makan, diantaranya:
·         Kadar lemak darah yang tinggi
·         Merokok
·         Kegemukan (obesitas)
·         Kadar asam urat yang tinggi.
·         Hematokrit tinggi
·         Fibrinogen tinggi
·         Kurang gerak/olah raga.
·         Penyalahgunaan obat-obatan (narkoba)
Akan lebih baik apabila kita dapat meminimalisasi risiko stroke, karena tingkat bahayanya yang tinggi. Salah satu hal adalah dengan merubah gaya hidup dan pola makan, sehingga bisa meminimalisasi faktor risiko minor. Selain itu, dengan melakukan pencegahan untuk meminimalisasi faktor penyebab dan faktor risiko mayor yang dapat meningkatkan risiko kejadian stroke. Semoga Bermanfaat.

Sumber Referensi:
Adib, M. (2009). Cara Mudah Memahami & Menghindari Hipertensi, Jantung, & Stroke. Yogyakarta: Dianloka Pustaka.

http://www.stroke.org/understand-stroke/what-stroke

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Kamis, September 01, 2016

Selasa, 30 Agustus 2016

SERI BELAJAR STATISTIK: Memahami Uji Signifikansi dengan p-value

Seri Belajar Statistik: memahami uji signifikansi dengan p-valueApabila kita berkeinginan menguji suatu hipotesis pada penelitian kuantitatif melalui teknik statistik, pasti akan dihadapkan pada uji signifikansi dari hipotesis yang diajukan tersebut. Sebelum ada software analisis statistik, uji signifikansi dilakukan melalui beberapa langkah yang cukup menyulitkan. Setelah didapatkan nilai statistik, kemudian ada beberapa langkah lagi sampai kemudian harus mencari luas daerah di bawah kurva statistik, dan didapatkan daerah penerimaan dan penolakan hipotesis nihil (H0) serta nilai probabilitas kesalahannya (p-value), dan kemudian baru bisa ditentukan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau tidak.
Para ahli statistik kemudian mencoba menyederhanakan dan mempersingkat proses pengujian hipotesis dengan merumuskan tabel statistik secara empiris. Uji signifikan menjadi lebih singkat dengan adanya tabel statistik, sehingga saat itu, statistik menggunakan tabel statistik untuk menguji hipotesis disebut sebagai statistik modern. Adanya software statistik menyebabkan seluruh perhitungan statistik dapat secara mudah dilakukan dengan menggunakan software tersebut, termasuk mencari p-value. Uji signifikansi dengan menggunakan software statistik kemudian kembali dilakukan dengan mengacu pada p-value.
Di buku-buku statistik, p-value didefinisikan sebagai peluang kesalahan ditolaknya H0 atau sebuah hipotesis alternatif Ha diterima. Agar lebih mudah dalam memahami p-value, dapat dibuat sebuah analogi. Misalnya, populasi yang ingin diteliti berjumlah 10 ribu orang. Agar lebih mudah, dilakukan sampling dan diambil 500 responden sebagai sampel. Kesimpulan dari penelitian terhadap sampel tersebut, tentu akan digeneralisasikan atau dikatakan berlaku untuk populasinya, atau para ahli menyebutnya sebagai proses menaksir parameter.
Dalam proses generalisasi atau mengangkat kesimpulan hasil penelitian sampel dikatakan berlaku untuk populasinya, tentu tidak mungkin berharga mutlak.  Misalnya, apabila kita ingin meneliti pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar dengan sampel 100 responden. Secara teori, maka apabila motivasi belajar tinggi, maka prestasi belajar juga akan tinggi. Dari 100 responden terdapat 10% responden yang mempunyai motivasi belajar tinggi,  tetapi prestasi belajarnya rendah atau sebaliknya. Apakah ketika digeneralisasikan terhadap populasinya pasti juga terdapat 10% responden yang mempunyai motivasi tinggi tetapi prestasi belajarnya rendah, atau sebaliknya ? Jawabnya, tentu saja tidak. Di sini, yang terjadi adalah adanya peluang (kesalahan atau kebenaran). Peluang kesalahan dan peluang kebenaran dalam proses generalisasi atau mengangkat kesimpulan penelitian sampel dikatakan berlaku untuk populasinya, adalah hal yang disebut Taraf Signifikansi. Adapun p-value menunjukkan peluang kesalahan dari suatu besaran statistik untuk dapat digunakan menaksir parameternya atau berlaku untuk populasinya. Jadi, signifikansi adalah kemampuan untuk digeneralisasikan dengan kesalahan tertentu.
Pada sebuah penelitian, taraf signifikan ditetapkan oleh peneliti. Misalnya, peneliti dalam penelitiannya menetapkan taraf signifikansi sebesar 5% (taraf kesalahan). Hal ini berarti bahwa peluang kesalahan yang ditoleransi dalam penelitian adalah sebesar 5% atau 0,05. Apabila hasil pengujian statistik didapatkan p-value ≤ 0,05, maka berarti peluang kesalahan yang didapatkan masih dalam toleransi yang ditetapkan peneliti, sehingga dikatakan signifikan. Apabila hasil pengujian statistik didapatkan p-value > 0,05, maka berarti peluang kesalahan yang didapatkan di luar toleransi yang ditetapkan peneliti, sehingga dikatakan tidak signifikan. Kriteria ini berlaku untuk seluruh uji signifikansi secara statistik. Semoga informasi ini bisa membantu dan bermanfaat.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Selasa, Agustus 30, 2016