Sabtu, 27 Agustus 2016

TIPS MENANAMKAN TANGGUNG JAWAB PADA ANAK

Tanggung jawab merupakan salah satu karakter penting untuk ditanamkan kepada anak. Tanggung jawab merupakan sikap dan perilaku untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, sebagaimana yang seharusnya ia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan dan Tuhan Yang Maha Esa.
Karakter tanggung jawab perlu ditanamkan kepada anak, agar nantinya anak dapat menjadi pribadi yang tekun dan bersungguh-sungguh dalam melakukan aktivitas yang menjadi kewajibannya. Menanamkan karakter tanggung jawab kepada anak tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi melalui suatu proses berkelanjutan, sehingga nilai tanggung jawab dapat tertanam kuat dan dapat diimplementasikan dalam keseharian mereka.
Berikut beberapa tips yang dapat digunakan orang tua dalam menanamkan tanggung jawab kepada anak, diantar anya:
Dimulai sejak dini pada kegiatan yang sederhana
Berikan kepercayaan kepada anak sedini mungkin untuk melakukan suatu aktivitas untuk membantu orang tua, misalnya membuang sampah pada tempatnya, dan menata tempat tidur. Orang tua harus mengajarkan bahwa tugas yang sederhana tersebut harus dikerjakan oleh anak sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Menanamkan bahwa segala sesuatu mempunyai konsekuensi
Orang tua harus menjelaskan kepada anak, bahwa segala perbuatan pasti mempunyai konsekuensi. Anak harus siap dengan segala konsekuensi dari perbuatannya tersebut. Misalnya, apabila anak melanggar aturan, maka akan terkena sanksi/hukuman, apabila anak suka berbohong, maka tidak akan dipercaya teman-temannya.

Jangan memberikan hadiah atas pertolongan yang dilakukan
Jangan memberikan hadiah kepada anak ketika menolong teman atau orang tua. Dengan tidak memberikan hadiah, maka anak akan mengerti bahwa menolong orang lain itu merupakan hal yang wajib dilakukan. Pada diri anak juga akan timbul empati atas kesusahan dan penderitaan orang lain.

Biarkan anak menanggung konsekuensi dari perbuatannya
Orang tua hendaknya membiarkan anak menanggung konsekuensi dari perbuatannya. Apabila anak melakukan suatu kesalahan, jangan membelanya, tetapi biarkan anak menanggung kesalahan yang diperbuatnya. Hal ini akan melatih anak untuk bertanggung jawab dengan segala perbuatannya.

Jadikan tanggung jawab menjadi nilai keluarga
Orang tua harus sering berdiskusi dengan anak mengenai pentingnya tanggung jawab dalam kehidupan. Tanamkan kepada anak bahwa hal itu merupakan sebuah nilai yang penting dalam keluarga. Orang tua harus memberikan teladan mengenai tanggung jawab, sehingga anak dapat belajar dengan melihat perilaku orang tua.

Apa yang dideskripsikan di atas, tentulah bukan semua cara untuk menanamkan tanggung jawab pada anak. Sedikit cara di atas, diharapkan menjadi sumber informasi tambahan dalam rangka menanamkan nilai-nilai tanggung jawab kepada anak.

TELEVISI VS PENDIDIKAN KARAKTER

Anak harapan masa depan
Televisi pada saat ini merupakan hiburan utama keluarga Indonesia. Masyarakat dimanjakan dengan banyaknya saluran televisi, sehingga bisa memilih acara yang disukai. Anak-anak menjadikan menonton televisi sebagai menu kegiatan utama sehari-hari. Anak bisa betah menonton televisi berjam-jam, tanpa henti. Kegiatan menonton televisi yang berlebihan menyebabkan pengaruh acara televisi sangat besar terhadap anak. Pola belajar anak adalah dengan cara meniru (learning by imitation). Apa yang dilihatnya akan mudah untuk diadopsi dalam perilaku mereka.
Apabila diperbandingkan, maka minat menonton televisi akan lebih besar daripada minatnya belajar. Apa yang dilihat di televisi akan lebih mudah diserap dan dipelajari daripada apa yang diajarkan oleh guru. Televisi seakan menjadi guru yang pertama dan utama bagi anak. Mereka lebih percaya dengan televisi daripada guru dan orang tua. Pendidikan karakter yang dilakukan guru dan orang tua akan menjadi efektif, apabila anak melihat tontonan televisi yang menggambarkan hal sebaliknya dari apa yang diajarkan orang tua dan guru.
Di sinilah peran orang tua menjadi penting dalam menyeleksi yang dapat ditonton oleh anak. Banyak acara televisi saat ini yang kurang pas untuk ditonton oleh anak dan butuh bimbingan orang tua. Orang tua harus dapat memilihkan dan mengarahkan acara televisi yang ditonton anak. Banyaknya stasiun televisi mempermudah orang tua dalam melakukan hal tersebut.
Apabila orang tua tidak dapat mengontrol acara televisi yang ditonton anak, berpotensi menyebabkan pendidikan karakter yang dilakukan guru dan orang tua menjadi kurang efektif. Keteladanan yang ditunjukkan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai moral dan perilaku tertentu, tidak akan efektif apabila acara televisi yang ditonton anak menunjukkan hal sebaliknya. Nasihat guru dan orang tua menjadi tidak efektif apabila acara televisi yang dintonton oleh anak menunjukkan hal yang berbeda.
Apabila anak dibiarkan untuk menonton terus program acara televisi dari luar negeri, seperti film asing, sinetron asing, berpotensi mengaburkan nilai-nilai agama dan sosial dalam hal respek, kesopanan, susila. Hal ini karena  nilai-nilai dan norma yang berbeda dengan kita. Hal yang lebih dikhawatirkan, apabila anak memiliki kekaguman terhadap budaya dari negara asal acara televisi yang ditontonnya, walaupun budaya tersebut tidak sesuai dengan budaya masyarakat.
Selain itu, apabila ditelaah, maka acara televisi pada saat ini banyak menampilkan hal-hal yang menjadi obsesi dari anak-anak (ganteng, kaya, disukai lawan jenis, jagoan, dan sebagainya). Perilaku yang ditunjukkan juga banyak mencerminkan sifat-sifat keduniawian. Hal ini berpotensi untuk meningkatkan semangat keduniawiaan, dan ini bukan merupakan karakter yang diharapkan.

Namun, orang tua juga tidak perlu untuk melarang anak menonton televisi, karena televisi juga mempunyai dampak yang positif bagi anak. Dampak positif dan negatif televisi dapat dilihat di sini. Orang tua hendaknya dapat mengatur jadwal menonton televisi dan memilihkan dan mengarahkan acara televisi yang ditonton anak, serta melakukan bimbingan kepada anak ketika menonton televisi.

Kamis, 25 Agustus 2016

BELAJAR ISTIQOMAH DARI MBAH PAWIRO

Mbah Pawiro bukan pejabat, bukan artis, bukan tokoh politik, bukan juga kyai. Mbah Pawiro hanya seorang kakek sederhana yang berusia lebih dari 90 tahun dari Dusun Kasihan, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Orang tua yang sederhana dan bersahaja. Hal yang menurut saya hebat adalah ke-istiqomah-annya dalam menjaga sholat berjamaah di Masjid.
Selama setahun ini, beliau seakan telah menampar muka saya. Mbah Pawiro, walaupun jalannya sudah tertatih-tatih, dan menderita tremor di bagian mulut, setiap hari, setiap waktu sholat, selalu datang paling awal ke masjid untuk sholat berjamaah. Hujan deras tidak akan menjadi halangan bagi beliau untuk sholat berjamaah di masjid, walaupun jarak rumahnya ke masjid + 300 meter, sebuah jarak yang cukup jauh untuk ukuran orang dengan kondisi seperti beliau. Adapun saya, yang usianya mungkin hanya separuh usia beliau, sehat secara fisik, tidak setiap saat bisa sholat berjamaah. Alasan masih ada pekerjaan, seringkali menjadi pembenaran dari rasa malas, apabila kalau sedang hujan lebat.


Mbah Pawiro
Ke-istiqomah-annya, menggelitik sanubari dan perlahan menggugurkan bongkahan-bongkahan rasa malas yang menghadang langkah saya sholat berjamaah di masjid. Walaupun belum bisa menjadi seperti beliau, minimal maghrib dan Isa, saya berusaha sholat berjamaah di masjid, sebuah hal yang patut saya syukuri. Sebuah ironi, kyai-kyai yang berkotbah di masjid dan mengajarkan keutamaan sholat berjamaah di masjid, tidak mampu merubah saya menjadi sosok yang gemar sholat secara berjamaah di masjid. Sosok mbah Pawiro, yang tidak banyak bicara dan hanya tersenyum dan menyapa kalau bertemu, ternyata membawa banyak perubahan pada diri saya.
Beberapa hari lalu, ketika bersebelahan saat sholat Isa di masjid, beliau mengajak saya bicara, "kulo pun tinggal balung kalih kulit, ning taksih diparingi napas. Benjang menawi kulo boten wonten, jenengan kalih jamaah liyane kulo suwun nyolati kulo, trus ngeterke teng kidul sumber gih.." (saya tinggal tulang dan kulit, tapi masih diberi nafas. Besok kalau saya meninggal, kamu dan jamaah lainnya saya minta untuk menyolatkan saya, dan kemudian mengantar ke selatan sumber). Saya terhenyak mendengarnya, beliau tampak ikhlas ketika mengucapkannya, seakan sudah benar-benar siap untuk dipanggil Yang Kuasa.

Apabila boleh meminta, saya berharap agar mbah Pawiro diberi kesehatan dan umur panjang, agar sosok beliau dapat menginsipirasi semua orang. Mengajar tanpa kata, merubah tanpa tindakan, hanya keteladanan.

Rabu, 24 Agustus 2016


Dijual sebuah rumah berlantai 2 di daerah Besi, Sleman tepatnya di daerah belakang P4TK Seni dan Budaya. Tepat berada di pertigaan, Sebuah daerah di lereng Merapi yang berhawa sejuk. Lokasi rumah hanya + 10 menit dari kampus terpadu UII Yogyakarta.

Spesifikasi dari rumah adalah sebagai berikut:
Luas Tanah/Bangunan : 350m2/225m2, Kamar Tidur : 3 di lantai bawah, dan 1 di lantai atas, Kamar mandi : 2 buah (1 kloset duduk, dan 1 kloset jongkok), dapur dan ruang makan, carpot, garasi (bisa 2 mobil), taman.

Spesifikasi Bangunan:
Lantai keramik, kusen dan pintu jati, plafond gypsum, listrik 2200 W, air PDAM, dapur + kitchen set standar.
Harga yang ditawarkan : 1,2 Milyar (masih bisa nego)

Tampak Depan
 
Tampak Samping Kanan   
Tanpak dari Pojok Kanan



Harga yang ditawarkan :
1,2 Milyar (masih bisa nego)