Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

BELAJAR DARI YOGYAKARTA

Belajar dari Yogyakarta
Sumber
Beberapa predikat melekat pada kota Yogyakarta atau sering disingkat menjadi Jogja. Kota pendidikan, kota pelajar, kota budaya, kota gudeg adalah beberapa predikat yang melekat pada kota Yogyakarta, yang membuatnya istimewa. Bicara tentang Kota Yogyakarta tentu tidak akan terlepas dari Kraton sebagai salah satu pusat budaya Jawa, dan tentu saja raja-raja Kraton Yogyakarta. Banyak yang bisa kita pelajari dari budaya Yogyakarta dan kepemimpinan raja Yogyakarta. Banyak pelajaran bisa dipetik dari sejarah kepemimpinan, budaya, dan kearifan lokal dari kota Yogyakarta.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Jumat, Januari 31, 2014

Rabu, 22 Januari 2014

SINERGI NILAI-NILAI ISLAM DENGAN NILAI-NILAI BUDAYA MINANGKABAU

Sumber 
Suku Minangkabau merupakan suku yang suka merantau. Barangkali hal ini berasal dari karakteristik nenek moyang mereka yang suka merantau. Banyak pendapat berkenaan dengan nenek moyang suku Minangkabau. Beberapa buku yang saya baca menyebutkan bahwa nenek moyang mereka adalah bangsa Deutro Melayu dari daratan Indo China. Salah satu karakteristik lain dari suku Minangkabau adalah adat yang dipegang dengan kuat. Adat istiadat mereka dipertahankan melalui tambo, yang merupakan cerita tentang nenek moyang mereka dan diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Rabu, Januari 22, 2014

Sabtu, 04 Januari 2014

SISTEM PEMERINTAHAN KRATON YOGYAKARTA PADA MASA SULTAN HAMENGKUBUWONO X

Sistem Pemerintahan Kraton Yogyakarta Pada Masa Sultan Hamengkubuwono X
Yogyakarta merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang cukup menarik baik bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Salah satu objek wisata yang selalu ramai dikunjungi adalah Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat (Yogyakarta). Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi informasi mengenai sistem pemerintahan yang ada di dalam Kraton Yogyakarta, sehingga diharapkan dapat menjadi tambahan informasi bagi wisatawan yang akan atau pernah mengunjungi Kraton Yogyakarta.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Sabtu, Januari 04, 2014

Jumat, 20 Desember 2013

MAKNA SIMBOLIK JALUR KRAPYAK – KRATON – TUGU (2)

MAKNA SIMBOLIK JALUR KRAPYAK – KRATON – TUGU (2)
Pada postingan terdahulu, telah diuraikan perjalanan dari kampung Krapyak sampai dengan kraton tempat bersemayam Sri Sultan yang menggambarkan fase-fase kehidupan manusia. Apabila perjalanan di teruskan ke utara maka sampailah kita di Sitihinggil lor, di dalam Sitihinggil lor terdapat bangsal Manguntur, jadi sebuah bangsal di dalam bangsal. Ini mempunyai arti bahwa di dalam badan kita (wadag) ada roh atau jiwa. Manguntur tangkil sendiri berarti tempat tinggi untuk anangkil, atau mengheningkan cipta dan beribadah kepada Allah SWT. Sebelum sampai di Sitihinggil lor terlebih dahulu kita melewati bangsal Witono yang berarti wiwitono atau mulailah.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Jumat, Desember 20, 2013

Kamis, 19 Desember 2013

MAKNA SIMBOLIK JALUR KRAPYAK – KRATON – TUGU (1)

MAKNA SIMBOLIK JALUR KRAPYAK – KRATON – TUGU (1)
Bagi masyarakat Jogja, jalur dari kampung Krapyak menuju kraton dan dari Tugu menuju Kraton mungkin sudah biasa dilewati. Namun demikian, tidak semua orang Jogja mengetahui makna simbolik dari pengaturan dan layout jalur-jalur tersebut. Sayapun yang sudah puluhan tahun tinggal di Jogja baru akhir-akhir ini mengetahuinya, setelah membaca buku "Arti Kraton Yogyakarta" karangan KPH. Brongtodiningrat. Dari buku tersebut saya menyimpulkan bahwa jalur Krapyak – Kraton – Tugu menggambarkan fase kehidupan dan perjalanan spiritual dalam kehidupan manusia.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Kamis, Desember 19, 2013

Rabu, 26 Juni 2013

LATIHAN TARI

Hari ini untuk kedua kalinya, saya menunggui anak bungsuku latihan tari di sekolahnya di SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta, untuk acara perpisahan sekolah. Aku harus menjemput anak sulungku jam 11.30 WIB sementara anakku yang bungsu pulang jam 12.30 WIB, sehingga selisih 1 jam. Rumahku sendiri berjarak 6,5 km dari sekolah anak bungsuku dan 7 km dari sekolah anak sulungku. Daripada harus pulang balik menghabiskan bensin yang sudah semakin mahal, saya memilih untuk menunggui anak bungsuku latihan tari.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Rabu, Juni 26, 2013

Selasa, 25 Juni 2013

KIRAB BUDAYA GREBEG SELARONG 2013

Hari minggu adalah hari keluarga, sehingga wajib hukumnya untuk pergi bersama sekedar melepas ketegangan setelah selama 6 hari beraktivitas. Biasanya kami sekeluarga hanya makan di luar lalu dilanjutkan ke tempat saudara atau ke tempat wisata. Hari minggu kemarin kami mempunyai agenda untuk membeli sajadah di Pasar Beringharjo dan menonton Kirab Budaya Grebeg Selarong 2013.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Selasa, Juni 25, 2013

Minggu, 09 Juni 2013

SEKATEN : TRADISI YANG SARAT MAKNA


Sekaten sebagai sebuah tradisi mempunyai tiga dimensi, yaitu dimensi sosial, dimensi religius dan dimensi budaya. Dimensi sosial, karena sekaten sebagai suatu sarana bagi warga Yogyakarta untuk saling berinteraksi. Ini diwujudkan dengan adanya pasar malam sebelum sampai selesainya waktu tradisi sekaten. Dimensi religius karena tradisi sekaten merupakan sebuah tradisi untuk memperingati maulud Nabi Muhammad saw dan juga dilakukan pembacaan riwayat Nabi Muhammad saw. Dimensi religius juga terlihat dari gending-gending khusus yang dibunyikan dalam tradisi Sekaten yang merupakan gending pujian kehadlirat Allah SWT dan Shalawat Nabi, serta ajakan untuk menjalankan Syariat Islam secara khusuk.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Minggu, Juni 09, 2013

Kamis, 06 Juni 2013

ASAL MULA SEKATEN


Mendengar kata "Sekaten" tentu sebagian besar kita membayangkan keramaian pasar malam selama sebulan menjelang Maulud di kota Yogyakarta dan Solo. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, karena rangkaian sekaten dimulai dari Upacara Miyos Gangsa Sekaten sampai grebeg sekaten. Upacara Miyos Gangsa Sekaten sendiri adalah upacara keluarnya gamelan sekaten  dari tempat penyimpanannya untuk disemayanmkan di Bangsal Pancaniti dan kemudian dipindahkan ke Masjid Gedhe. Pada postingan ini, saya hanya akan membahas mengenai asal mula sekaten. 

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Kamis, Juni 06, 2013