Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2016

KONSEP KEBAHAGIAAN MENURUT KHO PING HOO DAN TINJAUAN MENURUT ISLAM

Setiap orang pasti menghendaki dapat hidup bahagia. Mudah untuk diucapkan, tetapi sulit untuk mewujudkannya. Secara normatif, kebahagiaan itu merupakan suatu bentuk emosi atau perasaan yang positif, tenang, nyaman, puas dan sebagainya. Definisi ini masih samar-samar dan multitafsir, sehingga kemudian banyak orang yang mendefinisikannya secara lebih operasional. 

Banyak orang secara subyektif mendefinisikan bahagia secara lebih operasional. Misalnya, bahagia itu apabila memilih rumah dan mobil mewah dan istri yang cantik dan penurut, bahagia itu apabila dihormati dan mempunyai banyak teman, bahagia itu apabila dipermudah segala urusan, dan sebagainya. Orang mendefinisikan bahagia berdasarkan pencapaian kebutuhan. Hal ini menyebabkan kebahagiaan yang diperoleh merupakan kebahagiaan yang semu, karena pada dasarnya kebutuhan manusia akan selalu berubah dari waktu ke waktu.
Penjelasan kebahagiaan banyak terdapat dalam komik cerita silat yang ditulis oleh Kho Ping Hoo. Komik yang berseting di Tiongkok kuno ini, juga banyak berisi filsafat mengenai kehidupan, salah satunya mengenai kebahagiaan. Menurutnya, kebahagian akan didapatkan apabila seseorang tidak membutuhkan apa-apa, bahkan kebahagiaan itu sendiri. Keinginan seseorang akan timbul apabila seseorang memikirkan sesuatu yang dilihat, didengar, dan dirasakan lewat panca indera. Keinginan yang disertai untuk memuaskan keinginan tersebut akan menimbulkan suatu kebutuhan. Suatu pencapaian kebutuhan, akan menciptakan kebutuhan dalam level yang lebih tinggi, demikian seterusnya. Orang yang selalu mengejar kebutuhan yang sebenarnya diciptakannya sendiri, tidak akan dapat merasakan kebahagiaan.
Apabila dicermati filsafat di atas, maka kebahagiaan seseorang ditentukan oleh pikirannya. Untuk mencapai kebahagiaan, orang harus bisa membebaskan pikiran dari hal-hal menyenangkan yang nantinya membuat seseorang berkeinginan untuk mencapainya sebagai sebuah kebutuhan. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa membebaskan pikiran dari kesenangan dan kebutuhan hidup? apakah mungkin kita menghilangkan pikiran dari hal-hal yang sifatnya duniawi?. Pada cerita silat yang ditulis Kho Ping Hoo tidak ditulis bagaimana caranya hal tersebut dapat dilakukan.
Pengendalian pikiran terhadap kesenangan dunia yang menjadi kebutuhan setiap manusia, dalam Islam dikendalikan dengan bersyukur. Islam membolehkan umatnya untuk mencari kebutuhan duniawinya, seperti disebutkan dalam Al Qur'an:
QS. Al Jumuah ayat 10
Artinya: Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumil dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung (QS. Al-Jumuah ayat 10).

Namun di sisi yang lain, Islam juga mewajibkan umatnya untuk senantiasa bersyukur. Perintah untuk bersyukur sangat jelas, bahkan disebutkan sebanyak 75 kali dalam Al Qur'an. Pada Surat Ibrahim ayat 7 Allah berfirman:

QS. Ibrahim ayat 7
Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS. Ibrahim ayat 7).

Ayat di atas menyiratkan bahwa apabila kita dapat bersyukur atas nikmat-Nya, maka akan ditambahkan nikmat, yang bisa berupa harta benda, atau kebutuhan-kebutuhan lain, dan bisa juga berupa ketenangan batin dan kebahagiaan.
Berdasarkan hal tersebut, maka bahagia menurut Islam adalah kondisi emosi atau perasaan yang positif, stabil, tenang, nyaman, puas dan sebagainya, yang diperoleh karena manusia senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diterimanya. Namun, bukan suatu hal yang mudah agar kita bisa senantiasa bersyukur. Pada diri manusia terdapat 3 buah kekuatan yang mempengaruhi perilaku. Apabila dianalogikan dengan anatomi tubuh manusia, maka kekuatan tersebut adalah pikiran yang berada di kepala, hati atau kalbu yang terletak di dada, dan nafsu diwakili (maaf) oleh alat kelamin.
Pikiran berada paling atas yang akan bereaksi ketika tubuh melakukan penginderaan terhadap sesuatu. Apa yang dipikirkan kemudian akan ditimbang di hati atau yang terletak di tengah. Apabila hati atau kalbu dipenuhi iman, maka akan menimbang secara baik sehingga hanya pikiran-pikiran yang positif yang diimplementasikan dalam perilaku. Adapun apabila hati atau kalbu kotor, maka pikiran-pikiran kotor dam hawa nafsu akan diimplementasikan pada bagian bawah. Sungguh tidak bisa dibayangkan apabila anatomi tubuh manusia dibalik, sehingga alat pemuas nafsu terletak di kepala hati atau kalbu berada di bawah (silahkan bayangkan sendiri). Seseorang yang mempunyai hati atau kalbu yang bersih dan mampu menimbang secara tepat mana yang baik dan salah, akan menjadi insan yang pandai bersyukur, serta akan dicukupkan kebutuhan dan memperoleh kebahagiaan, seperti janji Allah.
Apabila disintesiskan lagi dari uraian di atas, maka bahagia adalah kondisi emosi atau perasaan yang positif, stabil, tenang, nyaman, puas dan sebagainya, yang diperoleh dari hati atau kalbu yang bersih karena iman, sehingga dapat senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diterimanya. Semoga kita bisa mencapai hal ini.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Rabu, Oktober 26, 2016

Jumat, 21 Oktober 2016

Sungguh merupakan suatu pemandangan yang memprihatinkan apabila kita melihat anak sekolah yang masih kecil membawa tas ransel yang terlihat berat, yang bahkan terkadang ukurannya lebih besar dari ukuran punggungnya. Karena beratnya bobot tas, badannya sedikit condong ke depan dan punggung sedikit membungkuk.

Banyak ahli ortopedi di dunia menyarankan bahwa hendaknya bobot ransel tidak melebihi 10 sampai 15 persen berat tubuhnya. Namun kenyataannya, karena semakin banyak materi pelajaran dan buku paket yang harus dibawanya, membuat hal ini tidak terpenuhi. Mereka membawa ransel yang bahkan melebihi 15 persen dari berat tubuhnya.
Banyak risiko yang dapat terjadi apabila anak membawa ransel terlalu berat ke sekolah, apalagi apabila posisi membawanya kurang benar. Dr. Pierre D'Hemecourt, seorang ahli spesialis kedokteran olahraga di Rumah Sakit Anak Boston, menyatakan bahwa risiko dari ransel yang terlalu berat adalah dapat terjadinya tekanan fraktur tulang belakang, radang tulang rawan pertumbuhan (bagian tulang yang memungkinkan tulang tumbuh seiring pertumbuhan anak), ketegangan pada bagian leher dan punggung, dan kerusakan saraf di leher dan bahu. Dr. Lonnie Zeltzer, direktur program pediatrik di UCLA, menemukan bahwa semakin banyak anak-anak dengan gejala seperti sakit punggung, leher, bahu dan kepala yang disebabkan karena membawa ransel yang berat.
Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Pertanyaan, bagaimana caranya agar anak sekolah tidak lagi membawa ransel yang berat ?. Barangkali wacana untuk mengganti buku paket dengan buku eletronik perlu untuk dikemukakan. Hal ini seharusnya tidaklah menjadi masalah bagi pemerintah karena memang sudah banyak disediakan buku paket elektronik yang bisa didownload melalui internet. Pemerintah dapat mengalihkan subsidi untuk pengadaan buku menjadi subsidi untuk pengadaan ipad atau tablet, sehingga siswa tidak perlu untuk membawa banyak buku paket ke sekolah, tetapi cukup membawa ipad atau tablet.
Namun kenyataannya, saya belum pernah mendengar wacana ini mengemuka dan menjadi pembahasan para ahli. Kalau keadaanya demikian, maka orang tua harus bisa mensiasati agar anak tidak terlalu terbebani dengan barang bawaannya ke sekolah yang terlalu berat. Beberapa tips berikut mungkin dapat membantu.
·       Pilihlah ransel yang proporsional dengan ukuran punggung anak, dan jangan pilih yang lebih besar dari ukuran punggung. Pastikan ukuran tas apabila dipakai tidak menggantung lebih dari 10 cm di bawah pinggang, karena hal ini akan meningkatkan berat di pundak, sehingga anak akan mencondongkan tubuh ke depan saat berjalan.
·     Pilihlah ransel yang mempunyai tali yang mempunyai lapisan yang lebar dan lembut, sehingga setidaknya dapat terasa nyaman dan sedikit meredam tekanan di bahu ketika membawanya.
·      Pilihlah ransel yang mempunyai banyak ruangan tempat penyimpanan.  Pastikan barang yang berat berada di bawah, dan benda yang besar dan runcing berada jauh dari punggung.
·     Pastikan anak membawa ransel dengan kedua tali di bahu. Tas yang dibawa dengan satu tali di bahu, menyebabkan anak bersandar ke satu sisi, sehingga dapat menyebabkan tulang punggungnya melengkung, juga menyebabkan otot di bagian leher kejang dan nyeri punggung.
·     Tali bahu harus disesuaikan sehingga dapat menempel dengan baik ke punggung. Tali yang longgar menyebabkan tas menjuntai dan berpotensi menimbulkan tekanan ke tulang belakang dan dapat menyebabkan ganggung tulang belakang.
·     Pastikan anak mengikatkan tali pinggang dengan disesuaikan tidak terlalu kencang atau longgar. Hal ini akan memindahkan sebagian beban ke pinggul, sehingga mengurangi beban di bahu.

Selain hal tersebut, orang tua bisa juga mensiasati dengan memfoto copy materi yang akan diajarkan, sehingga anak cukup membawa foto copy tersebut dan sangat mengurangi beban bawaan anak. Selain itu, apabila memungkinkan orang tua dapat berbicara dengan pihak sekolah, agar buku paket dapat ditinggalkan di sekolah. Namun, untuk itu, orang tua harus menyediakan buku paket untuk digunakan di rumah. Apabila kedua hal tersebut tidak bisa dilakukan, maka langkah paling baik adalah mengganti tas ransel dengan tas trolley, dengan catatan tidak memaksakan hal ini terhadap anak.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Jumat, Oktober 21, 2016

Rabu, 19 Oktober 2016

MANFAAT MEMBIARKAN ANAK BERMAIN DI LUAR SAAT HUJAN

Sumber: http://quotesgram.com/rain-puddles-quotes/
Kebanyakan orang tua akan melarang anaknya yang masih kecil untuk bermain di luar rumah pada saat kondisi hujan. Mereka beralasan bahwa hujan-hujanan dapat menyebabkan anak "masuk angin" atau flu. Apakah memang demikian ? Kenyataannya flu menyerang tubuh kalau ada kontak langsung dengan virus influenza. Pada saat cuaca buruk dan anak bermain di rumah, justru meningkatkan tertular apabila ada anggota keluarga di rumah tersebut yang menderita flu. Hal ini karena saat itu, rumah dalam kondisi tertutup sehingga virus dapat menyebar lebih leluasa. Berbeda apabila ruangan terbuka dan banyak ventilasi seperti jendela dibuka lebar-lebar.

Tidak ada salahnya orang tua sesekali membiarkan anak bermain di luar rumah pada saat hujan. Hal ini karena ada beberapa manfaat membiarkan anak bermain di luar saat hujan.

Mengembangkan kemampuan eksplorasi anak
Ketika anak bermain di luar rumah, anak akan berupaya untuk mengenal lingkungan. Anak akan mengeksplorasi panca indra mereka. Ada bau khas saat hujan turun, tanah yang menjadi becek dan berbeda ketika terinjak, suara khas ketika hujan, dan sebagainya. Selain itu, pada saat bermain hujan-hujanan, anak akan menyadari beberapa hal. Misalnya, anak akan dapat mengamati saluran yang mampet karena sampah, menyebabkan terjadinya banjir di sekelilingnya. Atau, anak akan melihat bahwa saat air mengalir deras di tanah, sebagian tanah akan terbawa arus air. Melalui eksplorasi tersebut, anak belajar mengenai terjadinya banjir dan akibat yang ditimbulkannya. Mengeksplorasi lingkungan, akan menstimulasi kecerdasan alamiah anak.

Mengembangkan karakter anak
Bermain saat hujan merupakan pengalaman yang menarik bagi anak. Suasana hujan menarik minat anak untuk menjelajahi lingkungan dan mencoba pengalaman baru. Bermain di luar mendorong anak-anak untuk menjadi petualang, mandiri dan lebih mampu untuk mengambil risiko.

Melatih Motorik kasar
Pada saat bermain hujan-hujanan, anak akan bergerak aktif agar dingin karena air hujan tidak dirasakan. Hal ini akan melatih motorik kasar anak dan juga kekuatan otot yang membuat anak menjadi sehat dan bugar.

Melatih kemampuan bersosialisasi
Biasanya ketika hujan-hujanan, akan bermain secara berkelompok dengan teman-temannya. Saat bermain bersama teman-temannya, menjadi sarana yang baik bagi anak untuk belajar bergaul dan beradaptasi dengan teman-temannya.

Menurunkan stres anak
Bermain hujan-hujanan menimbulkan sensasi yang menyenangkan. Anak bermain dan mengekspresikan dirinya secara bebas. Mereka dapat berteriak secara bebas, melompat, berjalan, atau berlari bersama teman-temannya. Hal ini meringankan stres akibat tekanan dari kegiatan yang membosankan misalnya persaingan untuk menunjukkan prestasi di sekolah.

Namun demikian, orang tua harus dapat membatasi dan mengawasi kegiatan anak bermain di luar rumah ketika hujan. Orang tua harus berani melarang anak hujan-hujanan apabila kondisi hujan deras disertai guntur atau angin besar, atau anak sedang sakit atau dalam kondisi tidak fit. Orang tua juga harus mengawasi kegiatan bermain hujan-hujanan apabila anak bermain di jalan raya, di dekat sungai, atau tempat berbahaya lainnya. Selain itu, hendaknya anak tidak dibiarkan terlalu lama bermain hujan-hujanan.



Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Rabu, Oktober 19, 2016

Selasa, 18 Oktober 2016

TIPS MEMBIMBING ANAK DALAM MENONTON TELEVISI

Stop Konten Tidak MendidikTelevisi saat ini telah menjadi hiburan utama bagi masyarakat Indonesia, termasuk anak-anak. Namun, tidak semua acara yang disajikan televisi berpengaruh positif pada anak. Menjadi tugas orang tua untuk membimbing dan mengontrol acara televisi apa yang ditonton anak. Berikut ini beberapa tips dalam membimbing anak dalam menonton televisi.

Buat jadwal menonton acara televisi harian
Melihat jadwal acara televisi untuk besok bukan merupakan hal yang sulit, mengingat jadwal acara televisi dipublikasikan lewat internet. Biarkan anak menonton acara televisi yang diminatinya, namun harus diingat bahwa acara tersebut harus sesuai dengan usia dan perkembangannya. Jadwal menonton televisi ini penting untuk mencegah anak untuk memindah-mindah channel televisi, sehingga memungkinkan melihat tayangan yang tidak sesuai dengan usia dan perkembangannya. Setelah acara yang ditonton selesai, ajarilah anak untuk mematikan televisi.

Dampingi anak dan jelaskan mengenai acara yang ditonton
Mendampingi anak ketika menonton televisi sangat penting untuk memastikan bahwa acara yang ditonton anak sesuai dengan usia dan perkembangannya. Ketika mendampingi anak, orang tua harus menjelaskan mengenai acara yang ditonton anak. Keterbatasan pengetahuan anak menjadi anak mungkin tidak bisa membedakan fiksi dengan kenyataan, atau menanggapi sesuatu sesuai konsep moral.  Menjadi tugas orang tua menjelaskan mengenai acara televisi yang ditonton dan hal-hal yang ingin diketahui anak. Pada kesempatan tersebut, orang tua juga dapat memasukkan nilai-nilai moral dengan memperbandingkan nilai-nila moral yang terkandung dalam acara televisi yang ditonton anak.

Biasakan anak menonton televisi di ruang keluarga
Bukan ide yang baik untuk menyediakan televisi di kamar anak yang masih kecil. Hal ini untuk menghindari anak menonton acara televisi yang tidak sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Biasakan anak menonton televisi bersama-sama di ruang keluarga, sehingga orang tua bisa melakukan bimbingan.

Matikan Televisi saat anak belajar
Pada anak-anak usia sekolah, maka sebaiknya orang tua mematikan televisi ketika anak sedang belajar. Suara bising dari televisi dapat mengganggu konsentrasi anak ketika belajar.

Suatu hal yang penting dilakukan orang tua, selain yang disebutkan di atas adalah luangkan waktu bersama anak untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat seperti olah raga, bermain atau berbicara dengan anak. Hal ini untuk mengalihkan kegiatan menonton televisi dengan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Selasa, Oktober 18, 2016

Sabtu, 27 Agustus 2016

TIPS MENANAMKAN TANGGUNG JAWAB PADA ANAK

Tips menanamkan tanggung jawab pada anakTanggung jawab merupakan salah satu karakter penting untuk ditanamkan kepada anak. Tanggung jawab merupakan sikap dan perilaku untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, sebagaimana yang seharusnya ia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan dan Tuhan Yang Maha Esa.
Karakter tanggung jawab perlu ditanamkan kepada anak, agar nantinya anak dapat menjadi pribadi yang tekun dan bersungguh-sungguh dalam melakukan aktivitas yang menjadi kewajibannya. Menanamkan karakter tanggung jawab kepada anak tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi melalui suatu proses berkelanjutan, sehingga nilai tanggung jawab dapat tertanam kuat dan dapat diimplementasikan dalam keseharian mereka.
Berikut beberapa tips yang dapat digunakan orang tua dalam menanamkan tanggung jawab kepada anak, diantar anya:
Dimulai sejak dini pada kegiatan yang sederhana
Berikan kepercayaan kepada anak sedini mungkin untuk melakukan suatu aktivitas untuk membantu orang tua, misalnya membuang sampah pada tempatnya, dan menata tempat tidur. Orang tua harus mengajarkan bahwa tugas yang sederhana tersebut harus dikerjakan oleh anak sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Menanamkan bahwa segala sesuatu mempunyai konsekuensi
Orang tua harus menjelaskan kepada anak, bahwa segala perbuatan pasti mempunyai konsekuensi. Anak harus siap dengan segala konsekuensi dari perbuatannya tersebut. Misalnya, apabila anak melanggar aturan, maka akan terkena sanksi/hukuman, apabila anak suka berbohong, maka tidak akan dipercaya teman-temannya.

Jangan memberikan hadiah atas pertolongan yang dilakukan
Jangan memberikan hadiah kepada anak ketika menolong teman atau orang tua. Dengan tidak memberikan hadiah, maka anak akan mengerti bahwa menolong orang lain itu merupakan hal yang wajib dilakukan. Pada diri anak juga akan timbul empati atas kesusahan dan penderitaan orang lain.

Biarkan anak menanggung konsekuensi dari perbuatannya
Orang tua hendaknya membiarkan anak menanggung konsekuensi dari perbuatannya. Apabila anak melakukan suatu kesalahan, jangan membelanya, tetapi biarkan anak menanggung kesalahan yang diperbuatnya. Hal ini akan melatih anak untuk bertanggung jawab dengan segala perbuatannya.

Jadikan tanggung jawab menjadi nilai keluarga
Orang tua harus sering berdiskusi dengan anak mengenai pentingnya tanggung jawab dalam kehidupan. Tanamkan kepada anak bahwa hal itu merupakan sebuah nilai yang penting dalam keluarga. Orang tua harus memberikan teladan mengenai tanggung jawab, sehingga anak dapat belajar dengan melihat perilaku orang tua.

Apa yang dideskripsikan di atas, tentulah bukan semua cara untuk menanamkan tanggung jawab pada anak. Sedikit cara di atas, diharapkan menjadi sumber informasi tambahan dalam rangka menanamkan nilai-nilai tanggung jawab kepada anak.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Sabtu, Agustus 27, 2016

Kamis, 25 Agustus 2016

BELAJAR ISTIQOMAH DARI MBAH PAWIRO

Mbah Pawiro bukan pejabat, bukan artis, bukan tokoh politik, bukan juga kyai. Mbah Pawiro hanya seorang kakek sederhana yang berusia lebih dari 90 tahun dari Dusun Kasihan, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Orang tua yang sederhana dan bersahaja. Hal yang menurut saya hebat adalah ke-istiqomah-annya dalam menjaga sholat berjamaah di Masjid.
Selama setahun ini, beliau seakan telah menampar muka saya. Mbah Pawiro, walaupun jalannya sudah tertatih-tatih, dan menderita tremor di bagian mulut, setiap hari, setiap waktu sholat, selalu datang paling awal ke masjid untuk sholat berjamaah. Hujan deras tidak akan menjadi halangan bagi beliau untuk sholat berjamaah di masjid, walaupun jarak rumahnya ke masjid + 300 meter, sebuah jarak yang cukup jauh untuk ukuran orang dengan kondisi seperti beliau. Adapun saya, yang usianya mungkin hanya separuh usia beliau, sehat secara fisik, tidak setiap saat bisa sholat berjamaah. Alasan masih ada pekerjaan, seringkali menjadi pembenaran dari rasa malas, apabila kalau sedang hujan lebat.


Mbah Pawiro
Ke-istiqomah-annya, menggelitik sanubari dan perlahan menggugurkan bongkahan-bongkahan rasa malas yang menghadang langkah saya sholat berjamaah di masjid. Walaupun belum bisa menjadi seperti beliau, minimal maghrib dan Isa, saya berusaha sholat berjamaah di masjid, sebuah hal yang patut saya syukuri. Sebuah ironi, kyai-kyai yang berkotbah di masjid dan mengajarkan keutamaan sholat berjamaah di masjid, tidak mampu merubah saya menjadi sosok yang gemar sholat secara berjamaah di masjid. Sosok mbah Pawiro, yang tidak banyak bicara dan hanya tersenyum dan menyapa kalau bertemu, ternyata membawa banyak perubahan pada diri saya.
Beberapa hari lalu, ketika bersebelahan saat sholat Isa di masjid, beliau mengajak saya bicara, "kulo pun tinggal balung kalih kulit, ning taksih diparingi napas. Benjang menawi kulo boten wonten, jenengan kalih jamaah liyane kulo suwun nyolati kulo, trus ngeterke teng kidul sumber gih.." (saya tinggal tulang dan kulit, tapi masih diberi nafas. Besok kalau saya meninggal, kamu dan jamaah lainnya saya minta untuk menyolatkan saya, dan kemudian mengantar ke selatan sumber). Saya terhenyak mendengarnya, beliau tampak ikhlas ketika mengucapkannya, seakan sudah benar-benar siap untuk dipanggil Yang Kuasa.

Apabila boleh meminta, saya berharap agar mbah Pawiro diberi kesehatan dan umur panjang, agar sosok beliau dapat menginsipirasi semua orang. Mengajar tanpa kata, merubah tanpa tindakan, hanya keteladanan.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Kamis, Agustus 25, 2016

Senin, 22 Agustus 2016

OBROLAN CAKRUK: HARGA ROKOK JADI 50 RIBU, APA EFEKNYA ?

Sepertia biasa, setiap malam Sabtu saya kejatahan ronda. Malam itu, masih dalam suasana 17-an, dan kelompok ronda baru saja diperbaharui, ada anggota baru masuk, dan ada anggota lama yang pindah. Jam 10-an, satu persatu anggota kelompok berkumpul di cakruk. Kebetulan salah satu anggota baru adalah Pak Mujiyono, ketua takmir Masjid Husnul Khotimah. Pak Mujiyono datang membawa jumbo berisi teh hangat dan snack sisa pengajian malam Sabtu.
Kami bercanda dengan akrab ketika semua sudah berkumpul di cakruk. Sambil menghisap dalam-dalam sebatang rokok Pro Mild, pak Mar berkata, "Mumpung isih murah, dipuas-puaske le ngrokok" (mumpung masih murah, dipuas-puaskan yang merokok). "Itu masih wacana pak Mar", kata pak Bambang, anggota baru pendatang dari Lampung. "Kalau saya sih gak masalah pak Bambang, mau rokok naik jadi 50 ribu, jadi 100 ribu" kata pak Ari yang tidak merokok sambil menyeruput teh hangat. "Alasan rokok dinaikkan rumornya untuk meningkatkan pendapatan negara dari cukai rokok dan nomboki defisit APBN 2016", kata pak Joko. "Juga untuk kesehatan", pak Ari menimpali.
Kami pun kemudian mengutarakan pendapat masing-masing secara bebas, tanpa harus "eyel-eyelan" dan debat kusir, apalagi sampai adu jotos. Pak Joko mengutarakan analisisnya bahwa dengan meningkatkan harga rokok sampai 300% lebih, maka itu akan menambah pendapatan negara yang tidak sedikit. "Tapi, kalau rokok dinaikkan sampai 50 ribu, banyak perokok terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah akan berhenti merokok, eman-eman duite" kata Pak Bas. "Saya baca di internet, ada penelitian dari UI yang menyatakan bahwa kalau harga rokok dinaikkan jadi 50 ribu, maka 50% perokok mungkin akan berhenti merokok", sayapun ikut menimpali. "Nah, kalau 50% perokok berhenti merokok, sementara cukai rokok naik lebih dari 300%, maka tetap ada kenaikan pendapatan" kata pak Joko.
Kami semua terdiam sejenak dan berusaha untuk mencerna dan memahami apa yang dikatakan pak Joko. Sambil mengambil arem-arem, pak Bambang berkata, "Rokok itu menimbulkan semacam kecanduan, baik para perokok. Saya takut para perokok tidak siap untuk berhenti merokok, sehingga efeknya malah akan menimbulkan kerawanan sosial. Banyak perokok, karena efek kecanduannya, mencoba berbagai cara untuk mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhannya merokok. Kalau terjadi demikian, saya memprediksi kejahatan akan meningkat, dan ini malah berbahaya bagi stabilitas nasional". "Wah, kalau begitu, jangan-jangan wacana untuk menaikkan harga rokok jadi 50 ribu, sengaja dihembuskan untuk menggoyang pemerintahan Jokowi, bisa saja khan ..?" kata pak Bas.
Kami sedikit tersentak dan terdiam mendengar kata-kata dari Pak Bas. "Sudahlah, gak perlu dipikir dalam-dalam, kita serahkan saja pada kebijakan pemerintah. Pemerintah juga pasti akan mempertimbangkan berbagai aspek kalau nantinya memutuskan untuk menaikkan harga rokok. Yang penting, tugas kita sekarang ngambil jimpitan. Ini sudah jam 12 malam, daripada nanti "kebyaran", kata Pak Mujiyono memutuskan perdebatan ini.
Kami pun kemudian berangkat mengambil jimpitan di rumah-rumah warga. Kibaran bendera dan umbul-umbul karena tiupan angin yang dingin di ruas-ruas jalan menyertai langkah kita mengambil jimpitan. Kemerdekaan yang di bawa pendahulu, membuat kita bisa secara bebas mengeluarkan pendapat dan uneg-uneg, tanpa harus saling menyindir atau menyakiti. Kebebasan yang bertanggung jawab, di mana kebebasan itu tidak sekedar untuk menikung siapa yang berseberangan dengan kita. Dalam pikiran saya tergambar hal yang lebih luas lagi, apakah negara kita sudah benar-benar merdeka ? di mana negara benar-benar berdaulat dan bisa menentukan nasib dan kebijakan tanpa sedikitpun tekanan dari negara lain ?. Entahlah ?. Bagi saya dan teman-teman di sudut kecil kota Bantul, yang "ndeso", hal itu tidaklah penting untuk dipikirkan dan hanya membuang-buang tenaga saja. Bagi kami, sudah cukup kami bisa makan dan menyekolahkan anak sampai Perguruan Tinggi. "Nerimo ing pandum" kata orang-orang tua. 

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Senin, Agustus 22, 2016

Jumat, 19 Agustus 2016

MUSHOLAKU KINI BERNAMA MASJID HUSNUL KHOTIMAH

Musholaku bermula ketika sebagian jamaah merasa bahwa masjid terdekat sudah tidak memadai lagi untuk beribadah, karena semakin banyaknya jamaah. Saat itu, sudah akan memasuki bulan Ramadhan. Gayung bersambut karena ada salah satu jamaah yang merelakan rumah peninggalan orang tuanya untuk digunakan sebagai tempat melakukan ibadah sholat tarawih.
Usai ramadhan, jamaah merasa bahwa kegiatan ibadah di tempat tersebut sebaiknya diteruskan. Pemilik rumah tidak berkeberatan, sehingga kemudian rumah tua tersebut resmi menjadi sebuah mushola yang dinamakan "Husnul Khotimah". Sedikit demi sedikit, rumah yang sudah mulai rusak karena terkena gempa Jogja tahun 2006 diperbaiki, agar aman digunakan sebagai tempat ibadah. Dari waktu ke waktu, kegiatan ibadah semakin marak dan akhirnya setahun kemudian sudah digunakan untuk ibadah, walaupun secara resmi masih berstatus mushola.
Semangat jamaah untuk beribadah, kian hari kian meningkat, demikian juga dana yang dikumpulkan. Setelah lima tahun, jamaah berhasil mengumpulkan dana + Rp. 80 juta. Melihat semangat jamaah, pemilik rumah kemudian mewakafkan sebagian tanahnya tersebut seluas 8 x 18 meter. Jamaah menawar, dan meminta keikhlasan pemilik tanah untuk kembali mengikhlaskan tanah sebelah utaranya seluas 2 x 18 meter untuk dibeli jamaah. Jamaah berhasil membelinya dengan harga Rp. 750.000 per meter. Sebuah harga yang masih di bawah pasaran.
Dengan niat yang tulus dan ikhlas, dengan bermodal + Rp. 50 juta, tanggal 24 Januari 2016, jamaah mulai membangun sebuah tempat ibadah, setelah sebelumnya merobohkan bangunan lama dan membangun tempat ibadah sementara di sebelah barat mushola. Desain arsitektur dan perhitungan struktur sipil merupakan bantuan dari teman sebagai sesama muslim. Sebuah bangunan masjid berlantai II dengan gaya minimalis modern. 
Bangunan Mushola Lama Sedang Dibongkar

Tempat Ibadah Sementara
Bagian Dalam Mushola Lama Saat Pembongkaran
Semua jamaah, tua - muda, laki-laki dan perempuan, bahu membahu bergotong royong, mencurahkan pikiran, tenaga, dan dana untuk terlaksananya pembangunan tempat ibadah yang dinamakan Masjid Husnul Khotimah. Jamaah menargetkan, masjid sudah bisa digunakan untuk kegiatan Ramadhan, sehingga jamaah mempunyai waktu kurang dari 5 bulan, paling tidak untuk menyelesaikan pembangunan lantai pertama.

Kerja Bakti Pembuatan Lubang untuk Footplate
Jamaah Ibu-ibu semangat menyiapkan hidangan
untuk peserta kerja bakti
Tanpa mengenal lelah, jamaah meluangkan waktu di sela-sela aktivitas kerja membantu para tukang untuk menyelesaikan pembangunan masjid. Sumbanganpun mengalir deras, tidak hanya dari jamaah secara langsung, masyarakat sekitar, bahkan dari orang berdomisili jauh dari masjid, yang bahkan jamaah tidak ada yang mengenalnya. Sumbangan mengalir baik langsung maupun lewat rekening yang sengaja dibikin untuk menampung sumbangan dari berbagai pihak. Sumbangan tidak hanya berupa uang, tetapi juga berupa bahan material bangunan seperti semen, granit, keramik, dan kayu. Alhamdulillah, usaha jamaah diridloi Allah Swt, sehingga tepat tanggal 5 Juni 2016 lantai I selesai 80% dan bisa digunakan untuk ibadah dan sholat tarawih. 

Pembuatan Pondasi dan  Kolom

Pemasangan Bambu Penyangga Begisting

Pembesian Plat Lantai Atas

Proses pengecoran dengan ready mix

Pemasangan gawang pintu

Pemasangan keramik

Bagian atap masjid

Alhamdulillah, walaupun belum berjendala sudah bisa
digunakan untuk kegiatan pengajian
Pada waktu lebaran, jamaah kembali mendapatkan wakaf tanah di sebelah selatan masjid seluas 2 x 18 meter. Jamaah masih menawar dengan membeli tanah di sebelah selatannya lagi selebar 70 cm. Alhamdulillah, semangat jamaah masih tinggi, dan saat ini pembangunan terus dilanjutkan sambil tetap menggalang dana agar proses pembangunan tidak terhenti.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Jumat, Agustus 19, 2016

Senin, 03 Maret 2014

MUSIK DAN KECERDASAN

Ada ungkapan bahwa musik merupakan bahasa jiwa. Hal ini rasanya tidak salah, karena beberapa penelitian telah membuktikan bahwa musik berpengaruh terhadap manusia secara fisiologis, psikologis da spiritual. Musik dapat mempengaruhi kecepatan detak jantung pendengarnya. Musik pun dapat menenangkan pikiran manusia. Irama, ketukan, dan keharmonisan musik mempengaruhi fisiologi manusia, terutama gelombang otak dan detak jantung. Di samping itu, musik juga membangkitkan perasaan dan ingatan.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Senin, Maret 03, 2014

Rabu, 26 Februari 2014

AWARD KETIGA BLOG BERBAGI INFORMASI


Tanggal 18 Februari 2014 kemarin, blog Uda Go! Blog tepat berulang tahun yang pertama, dan membagikan award kepada 18 blogger yang paling banyak berkomentar di blog tersebut. Saya termasuk yang mendapatkan kehormatan untuk menerimanya. Award tersebut diberi nama Go! Blog Award 2014” atau disingkat GBA 2014. Ini menjadi award ketiga untuk blog Berbagi Informasi, setelah sebelum menerima award dariblog Nakusan Bali Technology dan award dari blog Kumpulan Desain Grafis.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Rabu, Februari 26, 2014

Sabtu, 08 Februari 2014

CERITA MEMPERBAIKI TEMPLATE DAN MEMBUAT BLOG BARU

Seminggu ini, saya berupaya mendandani blog berbagi informasi, mengganti template agar tidak bosan. Pekerjaan ini bukan hal yang mudah, karena saya bukan web master atau orang yang mempunyai latar belakang di bidang IT. Sementara itu, ada juga keinginan untuk membuat sebuah blog baru yang mempunyai niche yang menarik, tetapi dapat terjangkau dengan keterbatasan pengetahuan. Akhirnya diputuskan untuk membuat blog Wisata Jogja, untuk mengungkapkan objek wisata yang ada di Jogja. Diharapkan kehadiran blog ini mampu menjadi sumber informasi bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Jogjakarta.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Sabtu, Februari 08, 2014

Selasa, 04 Februari 2014

CERITA PANGERAN DAN BUBUR

Cerita Pangeran dan Bubur
Sumber
Setelah beberapa hari disibukkan dengan mengantar adik dan keponakan liburan di Jogja, dan aktivitas mengganti template blog Berbagi Informasi untuk penyegaran, entah kenapa pagi tadi ada keinginan untuk sarapan bubur ayam. Sepulang dari mengantar anak sekolah, segera saya bergegas menuju tempat jualan bubur ayam langganan di Madukismo. Namun sayang, si penjual bubur ayam tidak jualan, sehingga dengan agak kecewa saya pulang ke rumah dengan tangan hampa.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Selasa, Februari 04, 2014

Selasa, 28 Januari 2014

MEMOTIVASI DIRI SENDIRI, MEMBUAT LANGKAH YANG BERARTI

Memotivasi Diri Sendiri membuat langkah yang berarti
Sumber
Sebenarnya ide tulisan ini sudah ada dalam pikiran pada hari Jum'at, ketika saya blogwalking dan berkunjung ke blog On Share miliki mas Onqi dan blok Ikerenki. Namun kesibukan yang menyita waktu menyebabkan tulisan ini sedikit tertunda. Artikel pada blog On Share, membahas mengenai perlunya percaya diri, disertai penjelasan teknik membangunnya. Adapun artikel pada blog Ikerenki, membahas resep sukses Bill Gates dalam membangun bisnisnya. Kedua artikel tersebut walaupun membahas tema yang berbeda, tetapi menurut saya ada suatu hubungan secara tidak langsung.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Selasa, Januari 28, 2014

Minggu, 19 Januari 2014

AWARD KEDUA BLOG BERBAGI INFORMASI

Seperti biasa, malam sabtu saya kejatuhan jatah ronda. Malam itu hujan rintik-rintik, dan angin sepoi-sepoi meniupkan udara yang cukup dingin. Mungkin karena itu, kami sepakat untuk pulang lebih awal sekitar jam 12 malam. Sampai di rumah, mata ini tidak bisa diajak kompromi, rasanya tidak ngantuk sama sekali, sehingga akhirnya memutuskan untuk buka internet dan melakukan blogwalking. Ada sesuatu yang menarik perhatian di dasbor blogger, artikel yang berjudul "The Best Blogger Award 2014" dari blog Kumpulan Desain Grafis kepunyaan mas Andy Borneo.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Minggu, Januari 19, 2014

Senin, 13 Januari 2014

APABILA ANAK SUSAH MAKAN


APABILA ANAK SUSAH MAKAN
Inspirasi postingan ini muncul ketika mendengar dua orang ibu tetangga saya, saling mengeluh tentang anaknya yang susah makan. Anak ibu-ibu tersebut berumur 1 tahun dan 3,5 tahun. Mengapa anak susah makan ? Beberapa buku yang saya baca menyatakan bahwa kesulitan makan seringkali muncul pada anak usia prasekolah. Ini akibat bentuk makanan yang berubah, sehingga pola makan juga berubah. Selain itu juga karena masa perkembangannya yang penuh dengan keingintahuan, sehingga banyak hal yang menarik perhatiannya.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Senin, Januari 13, 2014

Jumat, 10 Januari 2014

MENGHADAPI "ANAK NAKAL"

Menghadapi "anak nakal"
Apa yang anda pikirkan ketika mendengar anak kecil yang "nakal" ?. Masing-masing orang tentu mempunyai tanggapan yang berbeda-beda. Ini karena mereka mempunyai persepsi yang berbeda-beda. Masing-masing orang mempunyai ukuran-ukuran sendiri. Misalnya apabila orang tua mempunyai ukuran bahwa anak harus diam ketika pelajaran, maka ketika anak berbicara dengan temannya ketika pelajaran, maka orang tersebut menganggapnya nakal. Lalu bagaimana menghilangkan anak nakal ? Jawabnya sangat sederhana, hilangkan ukuran-ukuran tersebut. Apabila orang sudah tidak mempunyai ukuran-ukuran tertentu untuk menyebut anak kecil nakal, ini berarti sudah tidak ada lagi anak nakal.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Jumat, Januari 10, 2014

Senin, 06 Januari 2014

JENIS-JENIS POLA ASUH DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERILAKU ANAK

Jenis-jenis Pola Asuh dan Dampaknya Terhadap Perilaku Anak
Anak adalah amanah dari Allah SWT, yang perlu dijaga tidak hanya keselamatan dan kesehatan secara jasmani, tetapi juga kesehatan secara mental. Oleh karena itu, pada setiap orang tua terdapat tanggung jawab untuk mengasuh, membimbing, dan mendidik anak. Pada kesempatan ini, saya akan berbagi informasi mengenai jenis-jenis pola asuh dan dampaknya terhadap perilaku anak.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Senin, Januari 06, 2014

Jumat, 03 Januari 2014

MENJADI FEMININ AGAR DICINTAI PASANGAN

MENJADI FEMININ AGAR DICINTAI PASANGAN
Beberapa waktu yang lalu, saya pernah membuat artikel untuk berbagi informasi mengenai perilaku vulvahygiene untuk mencegah keputihan, yang secara khusus untuk para wanita. Pada kesempatan ini, saya juga ingin berbagi informasi lebih khususnya untuk wanita yaitu bagaimana menjadi feminin agar dicintai pasangan. Apakah feminin itu ? feminin adalah bersifat kewanitaan. Lalu bagaimana seorang wanita dapat bersifat kewanitaan sesuai dengan kodratnya ?

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Jumat, Januari 03, 2014

Kamis, 02 Januari 2014

TIPS MENUMBUHKAN KREATIVITAS PADA ANAK

TIPS MENUMBUHKAN KREATIVITAS PADA ANAK

Pada postingan terdahulu mengenai apakah kecerdasan dan kreativitas diturunkan ?, telah disinggung mengenai penelitian Dacey (1989) di Inggris mengenai karakteristik keluarga kreatif. Kali ini, saya ingin berbagi informasi mengenai tips untuk menumbuhkan kreativitas pada anak. Tips ini mengacu pada hasil penelitian Dacey yang saya baca di buku karangan Utami Munandar yang berjudul Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Langsung saja, berikut ini tipnya :

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Kamis, Januari 02, 2014

Rabu, 01 Januari 2014

APAKAH KECERDASAN DAN KREATIVITAS DITURUNKAN ?

Di penghujung tahun 2013, mas Budi Sinichi membuat sebuah artikel ringan tapi cukup menarik yaitu tentang komentar dan blogwalking yang tertunda. Salah satu isi dari tulisan tersebut adalah mengenai komentar kah Zachflazz pada postingan mas Budi sebelumnya yang berjudul cara setting IP di Windows 7, yang menyatakan : "Cak Bud, nek nggawe posting mbok ya sing nggawe aku mudheng, ra marahi edan kaya ngene iki. Huhh!" Mas Budi Sinichi pun menyatakan bahwa komentar kang Zach itu jangan dipercaya, karena kang Zach itu pinter, dilihat dari cerita Agree dan Arien yang berprestasi. Asumsinya anak cerdas itu dimulai dari orang tua yang cerdas. Sayapun sempat berkomentar "Pokoke top markotop deh kang Zachflazz ...", walaupun kemudian ada sanggahan dari kang Zach.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Rabu, Januari 01, 2014