Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Oktober 2016

HATI-HATI, PERUT BESAR BERPOTENSI MENIMBULKAN PENYAKIT

Sebagian orang beranggapan bahwa apabila berat badannya ideal dan tidak mengalami obesitas, maka risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler menjadi rendah. Namun, ada sesuatu yang tidak diketahuinya, yaitu masalah lemak perut. Perut yang besar menunjukkan banyaknya timbunan lemak dalam perut, dan hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan. 
Francisco Lopez-Jimenez, seorang kardiologis klinik Mayo di Rochestor melakukan penelitian selama 14 tahun terhadap lebih dari 15.000 orang. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa laki-laki dengan berat badan normal tetapi mempunyai perut besar memiliki kemungkinan meninggal dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yang mengalami obesitas. Wanita dengan berat normal dan perut besar memiliki kemungkinan meninggal lebih tinggi sebesar 32% dibandingkan wanita dengan obesitas.
Banyak ahli menyatakan bahwa faktor genetik dan gaya hidup, dan usia menentukan di mana kelebihan lemak akan ditimbun dalam tubuh. Timbunan lemak perut yang mempunyai bentuk seperti buah apel dianggap para ahli lebih mengkhawatirkan daripada lemak yang mengendap di pinggul dan sebelah bawahnya, yang berbentuk seperti buah pir. Lemak perut selain terdiri dari lapisan yang terletak di bawah kulit (lemak subkutan), juga termasuk lemak visceral, yang membungkus organ-organ dalam tubuh.
Secara umum, kita bisa menyatakan bahwa semakin besar lingkar pinggang, berarti lemak perut dan juga lemak visceral juga meningkat. Lemak visceral aktif secara metabolik, yang berarti menghasilkan hormon dan faktor lainnya yang menstimulasi peradangan. Peradangan memainkan peran penting dalam akumulasi timbunan kolesterol dalam pembuluh darah, yang berpotensi menimbulkan permasalahan kardiovaskuler, diantaranya adalah hipertensi, penyakit jantung dan stroke. Timbunan lemak perut juga dapat menyebabkan sindrom resistensi insulin yang menjadi penyebab diabetes tipe 2.
Sit up yang rutin dilakukan bukan merupakan solusi untuk menghilangkan lemak perut, tanpa disertai dengan diet yang sehat, terutama diet rendah karbohidrat. Kombinasi diet sehat dan olah raga menjadi solusi untuk meminimalisasi timbunan lemak perut.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Sabtu, Oktober 22, 2016

Jumat, 21 Oktober 2016

Sungguh merupakan suatu pemandangan yang memprihatinkan apabila kita melihat anak sekolah yang masih kecil membawa tas ransel yang terlihat berat, yang bahkan terkadang ukurannya lebih besar dari ukuran punggungnya. Karena beratnya bobot tas, badannya sedikit condong ke depan dan punggung sedikit membungkuk.

Banyak ahli ortopedi di dunia menyarankan bahwa hendaknya bobot ransel tidak melebihi 10 sampai 15 persen berat tubuhnya. Namun kenyataannya, karena semakin banyak materi pelajaran dan buku paket yang harus dibawanya, membuat hal ini tidak terpenuhi. Mereka membawa ransel yang bahkan melebihi 15 persen dari berat tubuhnya.
Banyak risiko yang dapat terjadi apabila anak membawa ransel terlalu berat ke sekolah, apalagi apabila posisi membawanya kurang benar. Dr. Pierre D'Hemecourt, seorang ahli spesialis kedokteran olahraga di Rumah Sakit Anak Boston, menyatakan bahwa risiko dari ransel yang terlalu berat adalah dapat terjadinya tekanan fraktur tulang belakang, radang tulang rawan pertumbuhan (bagian tulang yang memungkinkan tulang tumbuh seiring pertumbuhan anak), ketegangan pada bagian leher dan punggung, dan kerusakan saraf di leher dan bahu. Dr. Lonnie Zeltzer, direktur program pediatrik di UCLA, menemukan bahwa semakin banyak anak-anak dengan gejala seperti sakit punggung, leher, bahu dan kepala yang disebabkan karena membawa ransel yang berat.
Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Pertanyaan, bagaimana caranya agar anak sekolah tidak lagi membawa ransel yang berat ?. Barangkali wacana untuk mengganti buku paket dengan buku eletronik perlu untuk dikemukakan. Hal ini seharusnya tidaklah menjadi masalah bagi pemerintah karena memang sudah banyak disediakan buku paket elektronik yang bisa didownload melalui internet. Pemerintah dapat mengalihkan subsidi untuk pengadaan buku menjadi subsidi untuk pengadaan ipad atau tablet, sehingga siswa tidak perlu untuk membawa banyak buku paket ke sekolah, tetapi cukup membawa ipad atau tablet.
Namun kenyataannya, saya belum pernah mendengar wacana ini mengemuka dan menjadi pembahasan para ahli. Kalau keadaanya demikian, maka orang tua harus bisa mensiasati agar anak tidak terlalu terbebani dengan barang bawaannya ke sekolah yang terlalu berat. Beberapa tips berikut mungkin dapat membantu.
·       Pilihlah ransel yang proporsional dengan ukuran punggung anak, dan jangan pilih yang lebih besar dari ukuran punggung. Pastikan ukuran tas apabila dipakai tidak menggantung lebih dari 10 cm di bawah pinggang, karena hal ini akan meningkatkan berat di pundak, sehingga anak akan mencondongkan tubuh ke depan saat berjalan.
·     Pilihlah ransel yang mempunyai tali yang mempunyai lapisan yang lebar dan lembut, sehingga setidaknya dapat terasa nyaman dan sedikit meredam tekanan di bahu ketika membawanya.
·      Pilihlah ransel yang mempunyai banyak ruangan tempat penyimpanan.  Pastikan barang yang berat berada di bawah, dan benda yang besar dan runcing berada jauh dari punggung.
·     Pastikan anak membawa ransel dengan kedua tali di bahu. Tas yang dibawa dengan satu tali di bahu, menyebabkan anak bersandar ke satu sisi, sehingga dapat menyebabkan tulang punggungnya melengkung, juga menyebabkan otot di bagian leher kejang dan nyeri punggung.
·     Tali bahu harus disesuaikan sehingga dapat menempel dengan baik ke punggung. Tali yang longgar menyebabkan tas menjuntai dan berpotensi menimbulkan tekanan ke tulang belakang dan dapat menyebabkan ganggung tulang belakang.
·     Pastikan anak mengikatkan tali pinggang dengan disesuaikan tidak terlalu kencang atau longgar. Hal ini akan memindahkan sebagian beban ke pinggul, sehingga mengurangi beban di bahu.

Selain hal tersebut, orang tua bisa juga mensiasati dengan memfoto copy materi yang akan diajarkan, sehingga anak cukup membawa foto copy tersebut dan sangat mengurangi beban bawaan anak. Selain itu, apabila memungkinkan orang tua dapat berbicara dengan pihak sekolah, agar buku paket dapat ditinggalkan di sekolah. Namun, untuk itu, orang tua harus menyediakan buku paket untuk digunakan di rumah. Apabila kedua hal tersebut tidak bisa dilakukan, maka langkah paling baik adalah mengganti tas ransel dengan tas trolley, dengan catatan tidak memaksakan hal ini terhadap anak.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Jumat, Oktober 21, 2016

Kamis, 20 Oktober 2016

MANFAAT MENANGIS

Setiap orang pasti pernah menangis dan mengeluarkan air mata. Namun hanya sedikit yang mengetahui bahwa air mata yang dikeluarkan karena menangis mempunyai banyak keuntungan bagi kesehatan maupun psikologis. Pada dasarnya terdapat tiga jenis air mata, yaitu:
1)   air mata basal (basal tears), yaitu air mata yang selalu keluar untuk melindungi bola mata, sehingga tidak terjadi kekeringan dan rentan terhadap serangan bakteri.
2)  Air mata refleks (reflex tears), yaitu air mata yang dikeluarkan ketika terjadi iritasi, masuknya benda asing, atau asap asam seperti ketika mengiris bawang.
3)   Air mata berhubungan dengan emosional/stres (emotional/stress-related tears), yaitu air mata yang keluar ketika emosional (kebahagiaan atau kesedihan/stres).


Beberapa orang menganggap bahwa menangis dan mengeluarkan air mata sebagai sebuah kelemahan atau cengeng. Mereka mungkin tidak tahu manfaat yang bisa didapatkan dari menangis. Berikut merupakan manfaat kesehatan maupun psikologis dari menangis.
Menangis 
Membantu fungsi penglihatan
Air mata yang dikeluarkan tidak hanya berfungsi untuk melumasi bola mata, tetapi juga mencegah dehidrasi dari berbagai membran mukosa, sehingga akan membantu dalam penglihatan.

Membunuh Bakteri
Air mata merupakan agen antibakteri alami. Air mata mengandung lisozim, yang dapat membunuh 90 – 95% dari semua bakteri hanya dalam 5-10 menit.

Menghilangkan Racun
Air mata yang dikeluarkan saat emosional (emotional tears) mengandung kadar protein albumin yang berfungsi untuk mengeluarkan racun, 24% lebih tinggi dibandingkan air mata yang dikeluarkan saat terjadi iritasi.

Berpengaruh baik pada hidung
Perjalanan air mata melalui saluran air mata ke hidung, kemudian bercampur dengan lendir di hidung sehingga dapat menjaga kelembaban hidung serta membebaskan dari bakteri.

Meningkatkan mood (suasana hati)
Banyak penelitian yang mendapatkan hasil bahwa suasana hati dapat dibentuk kembali setelah menangis. Sebuah studi yang dilakukan di Universitas Florida menemukan bahwa 88,8% responden menyatakan bahwa menangis dapat meningkatkan suasana hati (mood). Air mata yang dikeluarkan meningkatkan kadar mangan yang akan membentuk suasana hati.

Menurunkan tingkat stres
Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. William H. Frey II di St Paul-Ramsey Medical Centre menemukan bahwa air mata emosional membantu tubuh melepaskan diri dari bahan kimia jahat yang meningkatkan kortisol (hormon stres). Hal ini menyebabkan tingkat stres menurun setelah menangis.

Berbagai manfaat menangis yang dideskripsikan di atas, menjadi pelajaran bagi kita bahwa begitu sempurnanya ciptaan Allah SWT. Semua organ dan bagian dari tubuh mempunyai fungsi dan manfaatnya masing-masing. 

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Kamis, Oktober 20, 2016

Rabu, 19 Oktober 2016

TIPS MENCEGAH PENYAKIT DIABETES

Kesehatan merupakan hal pokok yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Upaya preventif akan lebih menguntungkan, baik dalam sisi kesehatan maupun dalam sisi ekonomi. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit diabetes.

Menjaga berat badan
Menjaga berat badan ideal merupakan suatu hal yang baik untuk mencegah terjadinya diebetes. Kelebihan lemak, terutama yang disimpan di perut, berpotensi meningkatkan kerentanan tubuh terhadap insulin. Hal ini menjadi penyebab kejadian diabetes tipe 2. Mengenai penyakit diabetes tipe 2 dapat dibaca disini.

Berolah raga secara teratur
Berolah raga secara teratur dalam kategori sedang membantu untuk menurunkan berat badan. Selain itu, olah raga teratur juga meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga dapat mejaga gula darah dalam kondisi yang normal.

Diet sehat dan seimbang
Suatu hal yang baik untuk mencegah diabetes adalah dengan menerapkan diet sehat dan seimbang. Diet karbohidrat, diet tinggi sayuran dan biji-bijian, mengurangi lemak terutama lemak jenuh, makan makanan berserat tinggi, akan membantu untuk menjaga kadar gula darah.

Mengurangi minum soft drink
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi soft drink secara teratur 1 sampai 2 kaleng sehari atau lebih, memiliki risiko 26% lebih besar untuk terkena diabetes tipe 2  dibandingkan orang yang jarang minum soft drink.

Hindari minuman beralkohol
Terlalu banyak alkohol berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan tekanan darah dan kadar trigliserida.

Berhenti merokok
Penelitian menunjukkan bahwa perokok mempunyai risiko dua kali lebih besar terkena diabetes dibandingkan yang bukan perokok.

Selain hal di atas, maka secara teratur melakukan check up dan pemeriksaan kadar gula darah, merupakan langkah yang baik untuk mencegah terjadinya diabetes.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Rabu, Oktober 19, 2016

Selasa, 18 Oktober 2016

WASPADAI HIPERTENSI (6): Jenis Olah Raga Untuk Penderita Hipertensi

Olah raga merupakan suatu hal penting bagi penderita hipertensi untuk membantu menurunkan tekanan darahnya. Olah raga selain untuk mencegah kegemukan, juga untuk mengurangi asupan garam dengan dikeluarkan melalui keringat. Olah raga untuk penderita hipertensi, tidaklah terlalu berat. Penderita hipertensi memerlukan aktivitas olah raga kategori sedang beberapa kali dalam seminggu. 

Aktivitas olah raga yang merupakan kategori sedang diantaranya adalah:
·         Melempar bola basket selama 30 menit.
·         Bersepeda + 6 km selama 30 menit.
·         Bermain bola basket selama 15 – 20 menit.
·         Berlari + 2,5 km dalam 15 menit.
·         Berjalan + 3,5 km dalam 30 menit.
·         Lompat tali selama 15 menit.
Aktivitas olah raga dapat juga dilakukan melalui kegiatan sehari-hari. Beberapa aktivitas sehari-hari yang merupakan aktivitas olah raga kategori sedang, diantaranya adalah:
·         Mencuci mobil selama 45 – 60 menit.
·         Mengepel dan membersihkan jendela selama 45 – 60 menit.
·         Bertaman selama 30 – 45 menit.
·         Menyapu selama 30 menit.
·         Berjalan naik turun tangga selama 15 menit.
Penderita hipertensi dapat mensiati kegiatan sehari-hari tersebut agar memenuhi kategori yang dibutuhkan. Misalnya, apabila kegiatan menyapu rumah hanya membutuhkan waktu 10 menit, maka bisa dilanjutkan dengan bertaman selama 10 menit dan kemudian mengepel selama 10 menit. Hal ini menyebabkan semua kegiatan dapat selesai dan penderita mendapatkan manfaat dari olah raga kategori sedang untuk menurunkan tekanan darah.
Kebanyakan orang tidak perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai aktivitas olah raga kategori sedang. Namun, bagi yang berusia di atas 50 tahun, atau pernah mengalami serangan jantung, mempunyai riwayat keluarga penyakit jantung pada usia dini, atau penyakit serius lainnya, harus berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memulai aktivitas olah raga kategori sedang tersebut.

Referensi:
NHLBI Health Information Center. (2003). Your Guide to Lowering Blood Pressure. Bethesda: NHLBI Health Information Center.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Selasa, Oktober 18, 2016

Senin, 17 Oktober 2016

WASPADAI HIPERTENSI (5): Makanan Yang Baik Untuk Menurunkan Tekanan Darah

Penyakit hipertensi mempunyai kecenderungan kejadian yang meningkat, seiring dengan perubahan gaya hidup seperti merokok, obesitas, inaktifitas fisik dan stres psikososial. Menjaga pola makan, menjadi sebuah hal yang perlu dilakukan apabila kita menderita hipertensi.
Pemilihan jenis makanan hendaknya mempertimbangkan kandungan dari bahan makanan yang dikonsumsi. Bahan makanan yang mengandung kalsium, magnesium dan potassium merupakan bahan makanan yang baik untuk penderita hipertensi. Mineral-mineral ini mempercepat pengeluaran sodium dan cairan dari dalam tubuh, dan membuat saluran arteri menjadi lebih lebar dan fleksibel, sehingga akan menurunkan tekanan darah.
                     
Sayuran hijau
Sayuran hijau seperti selada, arugula, lobak hijau, dan bayam yang tinggi potassium, akan meningkatkan rasio kalium terhadap natrium. Hal ini menyebabkan ginjal mudah untuk mengeluarkan natrium melalui urin, sehingga akan menurunkan tekanan darah. Selain itu, brokoli juga baik untuk menurunkan tekanan darah. Brokoli yang seukuran cangkir mengandung 6% kalsium, 8% magnesium, dan 14% potassium.

Kentang
Kentang mempunyai kandungan kalium dan magnesium yang tinggi, dua mineral yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, kentang juga mengandung serat tinggi, yang membantu memperlancar pencernaan.

Pisang
Satu pisang ukuran sedang mengandung 1% kalsium, 8% magnesium, dan 12% kalium, sehingga membantu menurunkan tekanan darah.

Alpukat
Satu setengah buah alpukat mengandung 1% kalsium, 5% magnesium, dan 10% kalium yang dapat menurunkan tekanan darah.

Paprika merah
Paprika merah seukuran cangkir mengandung 1% kalsium, 4% magnesium, dan 9% kalium yang dapat menurunkan tekanan darah.

Demikian beberapa bahan makanan yang banyak mengandung kalsium, magnesium dan potassium, sehingga membantu menurunkan tekanan darah dan baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Tentu saja apa yang sudah disebutkan di atas tidak semuanya, dan masih banyak bahan makanan lain yang banyak mengandung mineral-mineral tersebut, yang baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi.

Referensi:
http://www.healthline.com/health-slideshow/foods-good-for-high-blood-pressure.
http://www.prevention.com/food/13-power-foods-that-lower-blood-pressure-naturally/slide/.
http://www.smallcrab.com/kesehatan/1089-tiga-jenis-mineral-untuk-menurunkan-tekanan-darah-tinggi.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Senin, Oktober 17, 2016

Sabtu, 15 Oktober 2016

MENGENAL TANDA DAN GEJALA DIABETES MELLITUS

Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia. Mengenai penyakit diabetes mellitus dapat dibaca di sini. Banyak tanda dan gejala dari penyakit hipertensi yang harus dipahami, agar dapat melakukan tindakan pencegahan atau pengobatan. Beberapa tanda dan gejala penyakit diabetes, diantaranya adalah sebagai berikut:

Sering merasa lapar dan lelah
Ketika kita makan, tubuh akan mengubah makanan yang dimakan menjadi glukosa yang nantinya akan dipergunakan oleh sel-sel tubuh menjadi energi. Agar glukosa dapat diserap oleh sel-sel tubuh, dibutuhkan insulin. Jika dalam tubuh tidak tersedia cukup insulin, atau jika sel menolak insulin, maka glukosa tidak terserap ke dalam sel. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan energi, sehingga kita akan merasakan lapar dan lelah.
                         
Sering buang air kecil dan haus
Akibat tidak terserapnya glukosa ke dalam sel, maka kadar gula darah menjadi tinggi. Akibatnya tubuh membuangnya dalam bentuk urine. Ketika kita lebih sering buang air kecil, maka tubuh menjadi cepat haus, dan apabila kita minum lebih banyak, akan semakin sering juga kita buang air kecil. Rata-rata orang biasanya buang air kecil antara empat sampai tujuh kali sehari semalam, tapi orang-orang yang menderita diabetes dapat buang air kecil dengan frekuensi yang lebih banyak.

Mulut kering dan kulit gatal
Ketika tubuh seringkali buang air kecil, maka cairan dalam tubuh berkurang. Akibatnya kelembaban kulit dan tubuh menjadi berkurang. Hal ini menyebabkan mulut terasa kering. Berkurangnya kelembaban tubuh juga menyebabkan kulit menjadi kering. Kulit kering juga seringkali menyebabkan rasa gatal.

Kehilangan berat badan
Pada penderita diabetes, seringnya buang air kecil, maka tubuh membuang gula dan juga kalori. Pada saat yang sama, sel-sel juga kurang dalam menyerap glukosa. Efek gabungan kedual hal tersebut adalah potensi penderita diabetes untuk mengalami penurunan berat badan secara cepat.

Penglihatan yang kabur
Kadar gula darah yang tinggi akan menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata. Hal ini menyebabkan kemampuan mata untuk fokus.

Penyembuhan luka yang lambat
Sirkulasi darah dengan kadar gula yang tinggi menyebabkan kerusakan pada beberapa pembuluh darah. Hal ini menyebabkan darah yang diperlukan untuk penyembuhan luka kesulitan untuk mencapai luka di tubuh tersebut.

Mudah terkena infeksi
Penderita diabetes mudah terinfeksi oleh bakteri dan jamur. Hal ini disebabkan karena bakteri dan jamur berkembang secara baik pada lingkungan yang banyak mengandung gula.

Kesemutan atau mati rasa
Kesemutan dan mati rasa di bagian tangan dan kaki, bersama dengan rasa seperti terbakar atau bengkak, merupakan tanda-tanda bahwa saraf mulai rusak karena diabetes.

Munculnya area gelap di kulit di beberapa bagian tubuh
Beberapa penderita diabetes tipe 2 memiliki bercak, kulit gelap seperti beludru di lipatan tubuh mereka, dan biasanya berada di ketiak dan leher. Kondisi ini, disebut acanthosis nigricans, mungkin menjadi tanda resistensi insulin.

Gejala-gejala di atas, juga berpotensi untuk merubah perilaku penderita, yaitu lebih mudah marah, dan tidak bisa fokus dalam melakukan sesuatu.

Referensi:
http://www.idf.org/signs-and-symptoms-diabetes.
http://www.webmd.com/diabetes/guide/understanding-diabetes-symptoms.
http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-symptoms/art-20044248.
http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-2-diabetes/symptoms-causes/dxc-20169861.
http://www.health.com/health/gallery/0,,20442821,00.html.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Sabtu, Oktober 15, 2016

MENGENAL PENGAKIT GULA (DIABETES MELLITUS)

Hati-hati penyakit gula (diabetes mellitus)Diabetes mellitus (biasanya hanya disebut diabetes) adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan kondisi gula darah lebih dari normal (hiperglikemia), akibat cacat pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya.  Akibat cacat sekresi insulin atau kerja insulin, maka glukosa tidak dapat diserap ke dalam sel, sehingga menumpuk dalam darah. Glukosa diserap dalam sel untuk dibakar menjadi energi. Tidak terserapnya glukosa ke dalam sel menyebabkan sel tidak mendapatkan energi yang dibutuhkan. 
Kadar glukosa yang tinggi dalam darah, dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, atau sistem saraf. Hal ini menyebabkan kondisi diabetes mellitus yang kronis berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi, dan kegagalan berbagai organ, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah.

Terdapat 2 tipe diabetes mellitus, yaitu:
Diabetes Mellitus Tipe 1
Diabetes Mellitus Tipe 1 biasa juga disebut dengan Insulin-dependent-Diabetes-Mellitus (IDDM). Diabetes tipe 1 terjadi karena sel yang memproduksi insulin dari pankreas (sel beta) rusak. Pada diabetes tipe 1, pankreas hanya sedikit menghasilkan insulin atau bahkan tidak sama sekali, sehingga gula tidak bisa masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Orang dengan diabetes tipe 1 harus menggunakan suntikan insulin untuk mengontrol glukosa darah mereka. Tipe 1 adalah bentuk paling umum dari diabetes pada orang di bawah usia 20-30, tetapi dapat terjadi pada semua usia. Sepuluh persen orang dengan diabetes yang didiagnosis dengan tipe 1.

Diabetes Mellitus Tipe 2
Diabetes Mellitus Tipe 2 biasa juga disebut Non-Insulin-dependent-Diabetes-Mellitus (NIDDM). Pada diabetes mellitus tipe 2, pankreas biasanya menghasilkan insulin, tetapi jumlah yang dihasilkan tidak cukup untuk kebutuhan tubuh, atau sel-sel tubuh resisten terhadap insulin. Resistensi insulin, atau kurangnya kepekaan terhadap insulin, yang terjadi terutama pada lemak, hati, dan sel-sel otot. Diabetes tipe 2 kadang-kadang dapat dikendalikan dengan kombinasi diet, manajemen berat badan dan olahraga. Namun, pengobatan juga diperlukan termasuk obat penurun glukosa oral atau suntikan insulin.

Di masyarakat ada istilah yang beredar mengenai penyakit diabetes, yaitu diabetes kering dan diabetes basah. Istilah diabetes kering digunakan apabila penderita diabetes tanpa luka ataupun infeksi, Adapun istilah diabetes atau gula basah apabila penderita diabetes memiliki komplikasi berupa luka yang sulit sembuh. Pada dasarnya apabila kadar gula darah tinggi, maka apabila terjadi luka akan sulit sembuh. Istilah diabetes kering dimungkinkan digunakan untuk penderita yang kadar gula darahnya terkontrol, sehingga walaupun terjadi luka, lebih mudah ditangani dan lebih cepat sembuh. Adapun istilah gula basah dimungkinkan karena kadar gula darah tidak terkontrol, sehingga luka cenderung sulit sembuh, dan apabila hal ini tidak ditangani dengan baik akan menjadi semakin parah.
Banyak faktor yang menjadi penyebab diabetes diantaranya adalah faktor riwayat penyakit diabetes pada keluarga atau keturunan, kelebihan berat badan (20% atau lebih di atas berat ideal), stres fisik (misalnya karena pembedahan atau penyakit), penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk steroid dan obat tekanan darah, cedera pankreas (misalnya karena infeksi, tumor, operasi atau kecelakaan), penyakit autoimun, tekanan darah tinggi, kolesterol darah atau kadar trigliserida yang abnormal, umur (risiko meningkat dengan usia), allkohol (risiko meningkat dengan lama penggunaan alkohol berat), dan merokok, Selain itu, wanita hamil juga berisiko untuk menderita diabetes, dan untuk wanita hamil disebut diabetes gestational, yang disebabkan karena peningkatan kadar gula darah pada saat kehamilan.

Referensi:
http://care.diabetesjournals.org/content/27/suppl_1/s5.
http://www.webmd.com/diabetes/guide/types-of-diabetes-mellitus.
http://my.clevelandclinic.org/health/diseases_conditions/hic_Diabetes_Basics/hic_Diabetes_Mellitus_An_Overview.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Sabtu, Oktober 15, 2016

Jumat, 14 Oktober 2016

TUMBUHAN OBAT PENCEGAH STROKE

Tumbuhan Obat Pencegah Stroke
Banyak anggapan di masyarakat yang keliru mengenai stroke, diantaranya adalah bahwa stroke itu menyerang jantung. Hal yang sebenarnya stroke merupakan kerusakan jaringan otak yang disebabkan berkurangnya atau terhentinya suplai darah secara tiba-tiba. Mengenai stroke dan penyebabnya dapat dibaca pada artikel sebelumnya di sini. Deteksi dini terhadap gejala stroke dapat dibaca di sini.

Ada anggapan juga bahwa stroke hanya menyerang orang tua, tetapi pada kenyatakannya banyak orang dengan usia di bawah 45 tahun terserang stroke. Selain itu, ada anggapan juga bahwa stroke tidak dapat dicegah, namun kenyataannya stroke dapat dicegah sampai 80%. Pencegahan kejadian stroke dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan-makanan sehat, diantaranya adalah:

Daun Dewa (Gynura segetum)
Daun dewa mempunyai efek farmakologis sebagai antikoagulan (mencegah pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, melancarkan sirkulasi darah dan membersihkan racun. Bagian yang dipakai adalah daun dan umbinya. Dosis yang dianjurkan yaitu 15-30 gram daun segar dan 6-10 gram umbinya.

Mengkudu (Morinda citrifolia)
Buah mengkudu mempunyai khasiat menurunkan tekanan darah tinggl menurunkan kolesterol dan kadar gula darah tinggi. Khasiat tersebut dapat mencegah risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Dosis yang disarankan adalah 2-3 buah yang matang.

Bawang Putih (Allium sativum)
Bawah putih mempunyai efek farmakologis untuk melancarkan sirkulasi darah, antikoagulan (mencegah pembekuan darah), menurunkan kolesterol darah, menurunkan kadar gula darah, menurunkan tekanan darah tinggi, dan menambah sistem kekebalan.

Bawang Bombay (Allium cepa)
Bawah bombay berkhasiat untuk mencegah penggumpalan darah, menurunkan kadar lemak darah, menurunkan kadar gula darah, dan menurunkan tekanan darah.

Jamur Kuping hitam (Auricularia auricula)
Jamur kuping hitam mempunyai khasiat untuk mencegah stroke dan pendarahan otak, baik untuk jantung dan pembuluh darah.

Rumput laut (Laminaria japonica)
Rumput laut mempunyai khasiat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah, menurunkan kolesterol, dan tekanan darah tinggi.

Terung Ungu (Solanum melongena L.)
Terung ungu mempunyai khasiat mencegah aterosklerosis (penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah), mencegah meningkatnya kolesterol darah, dan menurunkan ketegangansaraf.

Jantung pisang
Jantung pisang mempunyai khasiat untuk mencegah stroke dan pendarahan otak, baik untuk jantung dan pembuluh darah.

Bunga Mawar (Rosa chinensis)
Bunga mawar mempunyai khasiat untuk melancarkan sirkulasi darah dan
menetralkan racun. Dosis pemakaian: 3-10 g bunga kering.

Siantan (Ixora stricta Roxb.)
Siantan mempunyai khasiat mengecilkan bekuan darah dan menurunkan
tekanan darah. Dosis pemakaian : 10-15 g bunga

Sumber Referensi:
Adib, M. (2009). Cara Mudah Memahami & Menghindari Hipertensi, Jantung, & Stroke. Yogyakarta: Dianloka Pustaka.

http://www.stroke.org/understand-stroke/what-stroke.
http://www.stroke.org/understand-stroke/what-stroke/stroke-facts.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Jumat, Oktober 14, 2016

Kamis, 08 September 2016

MENDETEKSI DINI TANDA DAN GEJALA STROKE

Pada artikel sebelumnya, telah dibahas tentang mengenal stroke dan penyebabnya, yang dapat ditemukan di sini. Pada saat ini, saya ingin berbagi informasi mengenai mendeteksi dini tanda-tanda stroke, sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah pencegahan sroke. Pencegahan stroke dilakukan dengan mengikuti petunjuk sebagai berikut:
1.    Identifikasi. Tinjau faktor risiko dan Identifikasi risiko pribadi Anda.
2.  Kurangi faktor risiko. Mengurangi faktor risiko stroke dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup dan jika diperlukan dapat juga melalui obat-obatan.
3.    Waspadai tanda dan gejala stroke. Mengenali tanda-tanda dan gejala stroke, akan membantu menyelamatkan nyawa karena serangkan stroke.
Tanda dan gejala stroke sebenarnya dapat dideteksi secara dini dengan beberapa metode, namun kebanyakan orang mengabaikan tanda-tanda tersebut. Ketidaktahuan akan tanda-tanda stroke, menyebabkan kebanyakan menganggap bahwa tanda-tanda tersebut merupakan gejala karena kelelahan atau penyakit ringan lainnya.
National Stroke Association, sebuah lembaga yang concern dengan pencegahan dan penanganan stroke di Amerika memberikan sebuah pedoman untuk mengenal tanda-tanda stroke secara dini. Mereka juga membuat sebuah poster untuk mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tanda dan gejala stroke. Mereka menyebut metode untuk mendeteksi dini stroke dengan istilah FAST (Face – Arms – Speech – Time).
Metode FAST untuk mendeteksi tanda dan gejala stroke
Metode FAST untuk mengenal
tanda dan gejala stroke
F (Face) merupakan tanda stroke yang bisa diamati di bagian wajah. Kita dapat mendeteksinya dengan cara tersenyum dan kemudian melihat apakah satu bagian wajah turun/terkulai ? A (Arms) merupakan tanda stroke yang dapat diamati melalui lengan. Angkatlah kedua lengan sampai lurus ke depan, dan kemudian deteksi, apakah satu lengan seperti kehilangan tenaga dan kemudian jatuh ke bawah ? S (Speech) merupakan tanda stroke yang dapat diidentifikasi dari suara, apakah suara terdengar cadel atau aneh tidak seperti biasanya? Apabila kesemua hal ini terjadi, maka itu merupakan suatu tanda stroke yang harus diwaspadai. Adapun T (Time) merupakan himbauan agar menghubungi petugas kesehatan apabila kita atau orang lain mengalami ketiga tanda yang disebutkan di atas.

Selain tanda dan gejala di atas, masih terdapat tanda-tanda lain, diantaranya adalah kelemahan pada satu sisi tubuh, mati rasa wajah, sakit kepala yang tidak biasa dan berat, kehilangan penglihatan, mati rasa dan kesemutan, jalan yang mulai goyah. Tidak ada salahnya kita berupaya mencegah stroke dengan mengenai tanda dan gejalanya secara dini. Pencegahan merupakan langkah yang lebih baik daripada harus mengobati. Tidak ada salahnya kita berupaya mencegah stroke dengan mengenal tanda dan gejalanya secara dini. Pencegahan merupakan langkah yang lebih baik daripada harus mengobati.

Sumber Referensi:
http://www.stroke.org/understand-stroke/preventing-stroke.
http://www.health.harvard.edu/womens-health/8-things-you-can-do-to-prevent-a-stroke.

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Kamis, September 08, 2016

Kamis, 01 September 2016

MENGENAL STROKE DAN PENYEBABNYA

Seringkali di masyarakat kita dengar seseorang meninggal karena stroke. Stroke memang merupakan salah satu masalah medis utama di pada masyarakat karena tingkat mortalitasnya yang masih cukup tinggi. Setiap tahun hampir 800.000 orang mengalami stroke baru atau stroke ulangan. Di dunia, setiap 40 detik terjadi kasus stroke, dan setiap 4 menit seseorang meninggal karena stroke. Di Indonesia, sekitar 28,5% penderita stroke meninggal dunia setiap tahunnya.
Stroke merupakan kerusakan jaringan otak yang disebabkan berkurangnya atau terhentinya suplai darah secara tiba-tiba. Akibat hal ini, maka jaringan otak akan mati dan tidak dapat berfungsi lagi. Menurut penyebabnya maka ada 2 (dua) jenis stroke, pertama, karena aliran darah ke otak mengalami penyumbatan, disebut stroke iskemik.


Pembuluh darah tersumbat di bagian otak sehingga menyebabkan stroke iskemik
Tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan Stoke Iskemik
Kedua, karena pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga darah mengalir ke rongga sekitar jaringan otak, menyebabkan otak tidak mendapatkan oksigen dan bahan makanan dari darah dan jaringan otakpun mati, dan disebut stroke hemoragik.
Pecah pembuluh darah di daerah otak menyebabkan stroke hemoragik
Pecahnya pembuluh darah di daerah otak yang menyebabkan Stroke Hemoragik
Lalu, apa penyebab stroke ? Stroke disebabkan karena tersumbatnya aliran darah ke otak, tentu saja penyebabnya adalah lemak-lemak yang tertimbun di pembuluh darah sehingga menyebabkan pembuluh darah menjadi tersumbat. Endapan-endapan lemak juga dapat terlepas menjadi gumpalan-gumpalan kecil dan dapat berpotensi untuk menyumbat pembuluh darah di bagian otak. Hipertensi juga dapat menyebabkan stroke, karena tekanan darah yang tinggi menyebabkan dinding-dinding pembuluh darah menjadi lemah dan mudah pecah. Namun, stroke juga dapat merupakan faktor keturunan akibat mutasi gen pada kromosom 19 yang dikenal dengan penyakit CADASIL (Cerebral Autosomal Dominant Arteriopathy with Subortical Infarcts and Leukoencephalopathy) yaitu suatu kelainan pada dinding pembuluh darah kecil, terutama di otak yang biasanya terjadi pada usia dewasa.
Selain faktor penyebab tersebut, maka terdapat faktor risiko yang memperkuat risiko terjadi stroke. Faktor risiko tersebut, adalah sebagai berikut:
Faktor Risiko Mayor
Faktor risiko mayor merupakan penyakit atau gangguan lalin yang sudah bersarang di tubuh penderita stroke, diantaranya:
·         Hipertensi
·         Penyakit jantung
·   Gejala-gejala pengerasan pembuluh darah, gangguan pembuluh darah koroner, gangguan pembuluh darah karotis.
·         Diabetes melitus.
·         Pernah terserang stroke sebelumnya.
·         Hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah).
·         Panyakit pada katup atau otot jantung.
·         Ketidaknormalan irama jantung.

Faktor Risiko Minor
Faktor risiko minor adalah faktor yang biasanya tejadi karena faktor gaya hidup dan pola makan, diantaranya:
·         Kadar lemak darah yang tinggi
·         Merokok
·         Kegemukan (obesitas)
·         Kadar asam urat yang tinggi.
·         Hematokrit tinggi
·         Fibrinogen tinggi
·         Kurang gerak/olah raga.
·         Penyalahgunaan obat-obatan (narkoba)
Akan lebih baik apabila kita dapat meminimalisasi risiko stroke, karena tingkat bahayanya yang tinggi. Salah satu hal adalah dengan merubah gaya hidup dan pola makan, sehingga bisa meminimalisasi faktor risiko minor. Selain itu, dengan melakukan pencegahan untuk meminimalisasi faktor penyebab dan faktor risiko mayor yang dapat meningkatkan risiko kejadian stroke. Semoga Bermanfaat.

Sumber Referensi:
Adib, M. (2009). Cara Mudah Memahami & Menghindari Hipertensi, Jantung, & Stroke. Yogyakarta: Dianloka Pustaka.

http://www.stroke.org/understand-stroke/what-stroke

Berbagi Informasi
Berbagi Informasi Updated at: Kamis, September 01, 2016